Pembangunan Underpass di Stasiun Cilebut dan Citayam Disambut Baik Pengguna

KAMIS 12 JANUARI 2017
BOGOR—PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (PT KCJ)  tampaknya semakin serius untuk pengguna jasa berpindah antar peron dengan mengedepankan keselamatan, dan  perluasan hall stasiun sebagai bentuk dukungan integrasi antar moda. Sejak akhir 2016 lalu PT KCJ enam underpass, yaitu Cilebut,  Bojonggede,  Citayam,  Tebet,  Pondok Ranji dan Sudimara.  
Pembangunan Underpass di Stasiun Cilebut.
Pantauan Cendana News di Stasiun Cilebut, Senin (12/1) pembangunan underpass dibarengi dengan pembangunan peron di jalur dua Stasiun Cilebut.  Tampak pembangunan peron di bagian selatan hampir selesai dikerjakan dan di bagian utara mencapai 75 persen. Namun bagian tengah untuk underpass belum rampung.  Sebelumnya,  PT. KCJ membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sisi selatan Stasiun Cilebut. 
” JPO di Cilebut bukan untuk penyeberangan orang di dalam stasiun, tetapi untuk membantu warga agar dalam aktivitas sehari-harinya bisa menyebrangi rel tanpa harus melalui pintu perlintasan yang tidak resmi. Underpass untuk membantu penyeberangan antar peron penumpang di stasiun. Pembangunan ini dimulai pada Desember 2016 silam dan diperkirakan selesai pada Maret 2017.  ” tutur Adli Hakim Nasution,  Manager Corporate Communication PT. KAI Commuter Jabodetabek ketika dihubungi Cendana News. 
Dia berharap pembangunan underpass di enam stasiun tersebut tidak memakan waktu selama pembangunan underpass di Stasiun Manggarai.  Selain underpass,  PT. KCJ juga membangun peron baru di jalur ke Jakarta. “Sekarang  kami  membangun peron di pinggir langsung, jadi dari hall, masuk gate, bisa langsung ke peron tanpa menyeberang, ” papar Adli lagi .
Selama ini pengguna jasa yang dari perkampungan harus menyeberang melalui rel,  dan naik dari peron tengah. Peron ini juga dilengkapi dengan kanopi untuk mengurangi  panas yang terjadi siang hari.  Nanti peron yang di tengah saat ini tidak akan diaktifkan lagi. Penumpang yang menuju peron arah bogor, menyeberang lewat underpass.   Keberadaannya untuk memudahkan pengguna jasa yang akan menyeberang. 
Lanjut Adli  pada 2017 ada upaya penghijauan stasiun oleh PT. KCJ. “Tapi detilnya belum tergambar. Nanti ditunggu saja pasti terlihat kalau sudah dieksekusi,” imbuhnya lagi. 
Di tempat terpisah,  Cendana News menemui seorang penumpang bernama Ebes Rahardjo.  Dia menyambut baik pembebahan yang dilakukan PT KCJ. “Sudah, ketahuan arahnya. Ke depan, petugas penjaga perlintasan bisa dikurangi. Semoga peronnya diberi canopy (semacam konstruksi besi untuk atap),”  tutur Ebes.  
Hal serupa terjadi di Stasiun Citayam.  Dari hasil pantauan Cendana News sudah ada penggalian tanah, dan tumpukan besi beton di satu sisi stasiun juga tampak beberapa pekerja yang melakukan pengerjaan di peron dua Stasiun Citayam.  Penggalian di stasiun Citayam ini dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat, karena penggunaan alat berat dapat menambah kemacetan yang terjadi di stasiun Citayam.  
Muthiah Alshany warga Citayam, yang juga aktivis komunitas kereta commuter menyambut baik keberadaan underpass ini. Menurut dia underpass ini cocok untuk stasiun  di Citayam dan Cilebut yang penumpangnya tidak sebanyak yang di Bogor. Sehingga tidak memakan lahan yang besar. “Meksipun tidak sebanyak di Bogor, namun sudah tidak sesuai dengan jalur penyeberangan yang tidak memadai,” ujar Muthiah. 
Jurnalis: Yohannes Krishna Fajar Nugroho/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Yohannes Krihsna Fajar Nugroho.
Lihat juga...