Penyaluran Bantuan Program CSR di NTB, Dinilai Masih Konsumtif

JUMAT, 13 JANUARI 2017

MATARAM — Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahsanul Khalik mengatakan, penyaluran bantuan Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), peruntukkanya masih bersifat konsumtif.
Pengurus Forum CSR Kesos Pemprov NTB saat dilantik di Hotel Grand Legi Mataram
“Masih sebatas program yang sifatnya konsumtif, sehingga kurang efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Khalik, usai mengkuti acara Pengukuhan Pengurus Forum CSR-Kesos Prov. NTB di hotel Grand Legi Mataram, Jum’at (13/1/2017).
Untuk itu, bersama forum CSR yang terbentuk sekarang ini, pemanfaatan dana CSR pada 2017 diharapkan bisa lebih tepat sasaran dan mampu memberikan kemanfaatan secara berkelanjutan kepada masyarakat. Dana CSR yang ada, agar bisa digunakan untuk melakukan program bersifat pemberdayaan ekonomi maupun pemberdayaan keterampilan, melalui pelatihan dan bantuan alat-alat yang dibutuhkan.
“Forum CSR yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, Pondok Pesantren, tokoh agama, akademisi, praktisi hukum, nantinya juga akan berupaya mendorong dan melakukan advokasi kepada seluruh perusahaan yang ada, supaya secara sadar melaksanakan tanggung-jawab sosialnya kepada masyarakat melalui program CSR,” bebernya.
Lebih penting lagi, lanjut Khalik, program penyaluran CSR yang disalurkan kepada masyarakat harus bisa dikawal dengan baik, sehingga bisa memberikan hasil maksimal dan berkelanjutan, dalam upaya mengentaskan kemiskinan. “Sebagai langkah awal, pun Dinas Sosial bersama forum CSR akan melakukan road show dengan sejumlah perusahaan yang ada di NTB,” pungkasnya.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi

Lihat juga...