Pemkot Bogor Tata Ulang Trayek Angkutan Umum

SELASA 24 JANUARI 2017
BOGOR—Pemerintah Kota Bogor bersama dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian Daerah akan melakukan penataan ulang trayek angkutan umum. Hal ini dilakukan guna mengurangi angkutan umum di alur Sistem Satu Arah (SSA) Bogor. 
Wali Kota Bogor Bima Arya (tengah) didampingi Tri Suhartanto, Kabagops Polres Bogor Kota (kanan) dan Rakhmawati, Kepala Dinas perhubungan Kota Bogor (kiri)
Rencana penataan ulang ini sudah dibahas dari tahun 2012 dengan keluarnya Kebijakan SAUM, dan pada tahun 2015 ada restrukturasi pengelolaan angkutan umum, pada 2016 ada Penetapan Jaringan dan Rute Lintasan Trayek. “Tahun ini kami mulai implementasi.” kata Bima Arya, Wali Kota Bogor. 
Hingga akhir 2016, tercatat ada sebelas trayek angkutan kota yang beroperasi di kota Bogor yaitu trayek angkutan kota 01, beroperasi dari Terminal Merdeka ke Cipinang Gading PP, angkutan kota 02 beroperasi dari Terminal Bubulak-Sukasari PP, 03 beroperasi dari Terminal Bubulak-Terminal Baranangsiang PP, 05 beroperasi dari Cimahpar-Ramayana, 06 beroperasi di trayek Ciheuleut-Ramayana, 07 beroperasi dari Ciparigi-Terminal Merdeka, 08 beroperasi dari Warung Jambu-Ramayana, 09 trayek Ciparigi-Sukasari, 10 Bantar Kemang-Terminal Merdeka, 11 Pajajaran Indah-Pasar Bogor PP, 13 Bantar Kemang-Ramayana PP, 21 Baranangsiang-Ciawi, 23 Ramayana Warung Jambu. 
Terang Bima total keseluruhan angkutan kota di Bogor sebanyak 3.214 angkutan. “Nanti, ada sekitar 700-an yang akan beroperasi di koridor utama, sisanya akan kami operasikan di kelurahan-kelurahan yang saat ini masih kurang angkutan umumnya,” katanya di Balai Kota Bogor saat memberikan keterangan pers Selasa (24/1). 
Hal tersebut menjadi masalah tersendiri pada SSA Bogor, ada pun trayek baru yang diberlakukan berjumlah lima trayek  yaitu Mayor Oking (Sta. KA) – Situgede (16 ), Term. Merdeka – Vila Mutiara Via Cijahe (27), Buntar (SMKN4) – Sukasari Via Cipaku (28), Pabuaran – Lawang Saketeng/BTM (29), Pabuaran – Terminal Merdeka Via Cibeuruem Sunting (30). 
Selain itu ada delapan trayek pecahan yaitu Cimahpar – Warung Jambu Via Jl. A. Sobana (04), Ciheuleut – Pasar Baru Bogor (05), Baranangsiang Indah – Ciheuleut – Warung Jambu – Ciparigi (06), Curug – Taman Cimanggu – Pasar Anyar (11), Term. Bubulak – Pabuaran – Cimanggu – Pasar Anyar (12), Budi Agung – Pasar Anyar (18), Villa Mutiara – Pasar Anyar (19), Bina Marga – Ciluar Via Rd. Konyong, Rambay (21). 
Pemerintah Kota Bogor juga memperpanjang relasi beberapa trayek angkutan umum yaitu Cipinang Gading – Perum Yasmin (01), Terminal Bubulak –  Merdeka –  Ciparigi (07), Griya Katulampa – Term. Merdeka (08). 
“Saat ini angkutan kota yang tersedia jangkauannya hanya sampai 59 kelurahan, dengan adanya rerouting ini, angkutan jangkauan angkutan kota akan sampai 68 kelurahan,” ujar Bima. 
Bima menyadari ada masalah yang dihadapi di antaranya tidak ada bantuan dari pemerintah, belum tersedia subsidi, kesiapan pangkalan yang belum optimal, jaringan jalan belum selesai, ketidaksiapan badan usaha dan kondisi lapangan yang kurang kondusif menjadi masalah tersendiri untuk menata ulang trayek angkutan umum di Kota Bogor. 
“Ya, kami berharap nanti akan jadi seperti bus trans Jakarta, setiap supirnya juga akan diberi ID Card,” ujar Tri Suhartanto, Kabagops Polres Bogor Kota. 
“Dari empat angkutan kota, yang tiga akan diganti menjadi bus, nah yang tiga nya akan dioperasikan di kelurahan-kelurahan yang angkutan kota nya masih sedikit” ujar Rakhmawati, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor. 
Kota Bogor merupakan kota yang memiliki julukan “Kota sejuta angkot”. Hal itu juga yang menyebabkan kemacetan parah oleh angkutan kota. Untuk selanjutnya, “Bogor akan menjadi kawasan zero angkot.”
Jurnalis: Yohannes Krishna Fajar Nugroho/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Yohannes Krishna Fajar Nugroho. 
Lihat juga...