MATARAM — Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), nilai ekspor NTB selama bulan Desember 2016 mencapai US$ 196.677.273. Nilai tersebut meningkat 242,03 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya dengan nilai ekspor sebesar US$ 57.210.417.
![]() |
| Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB, Ni Kadek Adi Madri. |
“Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya nilai ekspor barang tambang atau galian non migas yang memiliki kontribusi ekspor sangat dominan,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB, Ni Kadek Adi Madri di Mataram, Senin (16/1/2017).
Kadek mengatakan, ekspor terbesar ditujukan ke negara Philipina senilai US$ 63.688.921 atau 92,55 persen, disusul Korea Selatan senilai US$ 50.332.792 atau 25,72 persen dan China senilai US$ 34.647.306 atau 17,71 persen.
Menurut jenis barang, jenis barang yang diekspor bulan Desember terdiri dari barang tambang atau galian non migas senilai 99,31 persen, perhiasan senilai 0,38 persen, perkakas, dan perangkat potong 0,10 persen.
“Selebihnya adalah ikan, udang, buah-buahan, garam, belerang, dan kapur,” paparnya.
Ditambahkan, sementara untuk nilai impor NTB bulan Desember 2016 sebesar US$ 4.846.729. Nilai ini menurun 33,36 persen dibandingkan bulan November 2016 senilai US$ 7.273.501 dengan negara asal impor terbesar bulan November Australia 25,58 persen, Singapura 24,29 persen, dan Jepang 20,87 persen.
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi