SENIN 16 JANUARI 2017
SOLO—Menjelang perayaan Tahun Baru China (Imlek), beragam pernik seperti lampion mulai diburu masyarakat. Tak hanya masyarakat etnis Tionghoa, tetapi pengusaha dari etnis lain di Solo, Jawa Tengah juga memanfaatkan momentum tersebut dengan menjual berbagai pernik imlek. Salah satunya adalah seorang pemilik galeri assesoris yang berada di Jalan Arifin, Widuran, Solo.
![]() |
| Kesibukan di Galeri Istana Lampion Solo. |
Sejak beberapa hari lalu, galeri ini mengaku ada kenaikan pesanan lampion yang cukup signifikan. Bahkan toko yang menyediakan berbagai jenis lampion ini tak pernah sepi pembeli lampion merah putih.
“Alhamdulillah, menjelang perayaan Imlek ini cukup banyak yang mencari lampion, baik dengan ukuran besar maupun besar,” ucap Hanif pemilik Galeri Istana Lampion, saat ditemuai Cendana News, Senin (16/1/17).
Dikatakan lebih lanjut, semakin dekat dengan Perayaan Imlek, penjualan lampion meningkat hingga 40 persen. Jika per harinya galerinya mampu menjual 50-100 buah lampion, khusus jelang Imlek ini mampu menjual hingga 140 buah lampion. “Sebagian besar yang membeli lampion di toko saya adalah perseorangan, dan lingkungan sekolah,” jelasnya.
Di usahanya yang sudah berjalan 9 tahun ini, ada puluhan bahkan ratusan macam lampion yang disiapkan untuk pelanggan. Sedangkan untuk jenis lampion yang disesuaikan dengan penempatan setidaknya ada tiga jenis. Yakni lampion apung atau yang digunakan di air, lampion terbang, dan juga lampion gantung. “Jadi pelanggan bisa memilih lampion untuk digantung, diterbangkan atau untuk diapungkan di air. Beragam ukuran juga kami sediakan,” ungkapnya.
Sementara untuk harga lampion yang ditawarkan sendiri juga cukup bervariatif. Mulai dari Rp25 ribu hingga Rp350 ribu, tergantung jenis dan ukuran lampion. Lampion yang dibuatnya sendiri ini juga menyesuaikan dengan permintaan, yakni ada yang berbahan kertas ada pula yang berbahan kain. “Kalau untuk berbahan kain jelas akan tahan lama, bisa bertahan sampai 6 bulan,” terangnya.
Menurut Hanif, yang menjadi pesain terberat dalam berjualan lampion tersebut adalah adanya pasokan lampion langsung dari China. Sebab, harga bahan-bahan membuat lampion yang didatangkan langsung jauh lebih murah dari pada lokal Indonesia.
“Di samping harganya yang lebih murah, kualitasnya juga lebih bagus. Tidak tahu bahan apa yang digunakan, tapi adanya lampion impor cukup menjadi pesaing terberat kita,” pungkasnya.
![]() |
| Produk dari Galeri Istana Lampion Solo. |
Jurnalis: Harun Alrosid/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosid
