Mahasiswa UB Bantu Peternak Hilangkan Bau Kandang Ayam

KAMIS, 19 JANUARI 2017

MALANG — Safari OS-002 (Smart Farm Nanotechnology) merupakan alat penyerap gas amoniak NH3 dan hidrogen sulfida H2S karya Mahasiswa Univeristas Brawijaya (UB) yang berhasil mendapatkan medali emas dalam ajang  Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun lalu di Institut Pertanian Bogor. Kini alat tersebut turut dipamerkan dalam Expo Pendidikan dan Teknologi di UB 17-19 Januari 2017. Dengan menggunakan prinsip nano teknologi, alat ciptaan lima orang mahasiswa UB yakni Anik Haryanti, Ashva Afkarina, Dwi Rosiyana, Ana Fairuza Fajriana, Adistya F Qolbi dan Dwi Pujiana tersebut, mampu menyerap sekaligus menyaring bau yang banyak terdapat di kandang-kandang ayam menjadi udara yang tidak berbau lagi.

Anik Haryanti dan Safari.

“Jadi kotoran ayam tersebut mengalami proses dekomposisi oleh mikroorganisme sehingga membentuk gas amoniak dan hidrogen sulfida, menyebabkan bau di lingkungan kandang,” jelas salah satu anggota tim, Anik Haryanti kepada Cendana News, Kamis (19/1/2017).

Bau dari amoniak tersebut tidak hanya berdampak buruk pada polusi udara, tetapi juga sangat berdampak buruk bagi  ayam yang berada di dalam kandang tersebut. Hampir sebagian besar penyebab penyakit pada ayam itu disebabkan oleh amoniak dan H2S.

Menurutnya, selama ini peternak sebenarnya sudah melakukan pencegahan atas permasalahan tersebut dengan menggunakan kipas angin. Tapi, ternyata itu tidak menyelesaikan masalah, karena kipas tidak menyerap baunya tapi justru memindahkan bau dari dalam ke luar kandang. Ada juga yang memakai sekam, tapi sekam juga tidak menyelesaikan masalah karena sekam justru akan membuat lembab udara di dalam kandang sehingga akan menjadikan tempat buat bibit penyakit.

Dalam satu unit Safari terdapat beberapa komponen alat seperti blower, pipa berisi zeolit, pipa untuk mengalirkan air, pompa air dan wadah berisi air.

“Jadi nanti udara di dalam kandang akan diserap blower, kemudian udaranya diarahkan masuk ke dalam pipa yang di dalamnya terdapat zeolit. Sehingga bau tersebut akan diserap oleh zeolit. Kemudian akan dikeluarkan lagi dalam bentuk udara yang tidak berbau,” terang Anik. Alat ini sudah pernah diuji coba diinstalasikan di kandang yang bisa menampung 4000 ekor ayam dengan ukuran 16×20 meter persegi. Disebutkan untuk saat ini Safari belum dipasarkan, karena masih dalam tahap pengembangan agar bisa lebih sempurna.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Lihat juga...