Kambing Milik Peternak di Kecamatan Penengahan Alami Gatal-gatal

SELASA, 3 JANUARI 2017

LAMPUNG — Peternak kambing di Dusun Buring Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan merasa khawatir dengan kondisi ternak yang mengalami gejala penyakit gatal atau disebut kudis pada bagian tubuhnya. Sebagian bahkan mulai mengalami penyakit kembung. 
Rekiansyah (kiri)  petugas kesehatan hewan dan insemenasi buatan siap melakukan pengobatan pada kambing yang sakit
Salah seorang peternak, Sumadi (40) mengaku kondisi kambing yang mengalami gatal-gatal tersebut semenjak kondisi cuaca berangin dari arah Barat selama beberapa hari terakhir. Meski tidak semuanya sakit namun ia mengaku khawatir penyakit tersebut menyerang sebagian ternak yang ia miliki.
Sebagai langkah mengantisipasi penyakit menular pada kambing miliknya yang lain ia terpaksa memisah kambing yang telah sakit dengan kambing yang masih sehat pada kandang berbeda. Selain itu ia tetap membuat ramuan berupa campuran kunyit serta bahan lain dengan campuran bubuk belerang. Meski cukup membantu namun ia tetap memanggil petugas kesehatan khusus hewan yang memeriksa kondisi kesehatan ternak kambing yang dimilikinya.
“Beruntung saya memiliki nomor telepon petugas kesehatan hewan yang bisa segera datang mengecek kondisi kambing yang saya miliki karena tiga bulan yang lalu kondisi kambing terkena penyakit serupa,”ungkap Sumadi salah satu peternak kambing di Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (3/1/2017).
Terkait kondisi kambing yang mengalami penyakit gudik atau gatal gatal, petugas kesehatan hewan dan insemenasi buatan yang didatangkan segera melakukan pemeriksaan fisik terhadap kambing milik warga. 
Rekiansyah (34) petugas kesehatan hewan dan insemenasi buatan yang memeriksa kondisi kambing milik peternak mengaku sebagian penyakit tersebut diakibatkan faktor cuaca diantaranya angin kencang dan hujan, sehingga berakibat kambing mengalami kembung sementara kondisi gatal dan kurap terjadi akibat faktor kebersihan kandang.
Selama kondisi cuaca yang tak baik tersebut,Rekiansyah meminta kepada setiap pemilik ternak kambing untuk menjaga kebersihan kambing dan menjaga asupan pasokan makanan. Ia bahkan menghimbau agar peternak tidak menggembalakan kambing saat pagi hari ketika rumput masih berembun dan juga mencari pakan rumput yang masih segar.
Tindakan pencegahan dilakukan oleh petugas dengan memberikan obat khusus agar penyakit pada kambing tersebut tidak menular ke kambing lain. Sementara pencegahan terakhir dilakukan pemberian suntikan obat khusus yang akan dipergunakan untuk menyembuhkan ternak kambing tersebut menggunakan antibiotik jenis limoxin.
“Dosis satu mililiter bagi kambing yang terkena mencret sementara untuk gatal gatal juga diberikan obat khusus dengan diinjeksi dan bisa dari luar,”ungkap Rekiansyah.
Pada penyakit kembung pada kanbing Rekiansah mengungkapkan selama ini ia memberikan obat jenis Atympanica, therabloat dan Polaxone dengan dosis 100 mg/kilogram berat badan. Selain itu bisa digunakan Throkard yang berguna untuk mengeluarkan gas dan mengurangi kembung pada kambing.
Faktor kebersihan menurut Rekiansyah sangat diperlukan dalam memelihara ternak baik kambing, sapi maupun kerbau. Khusus ternak kambing selain menderita penyakit gatal atau gudik, beberapa penyakit yang menyerang ternak kambing selama masa pergantian musim diantaranya sakit mata, mencret, cacingan. Selain faktor kesehatan bagi ternak kambing ia juag menghimbau agar jarak antara kandang dengan rumah hunian bisa diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kesehatan manusia.
Selain itu ia mengaku pencegahan penyakit kembung pada kambing bisa dilakukan dengan memberikan pakan hijauan yang sudah dilayukan minimal dibiarkan semalaman atau dijemur di sinar matahari selama 2-3 jam. Memberikan hijauan dengan cara dicacah kasar agar bisa meminimalkan terjadinya kembung pada kambing. Kondisi kembung pada ternak kambing menurutnya bisa menyebabkan kematian yang berimbas pada kerugian ekonomis bagi peternak kambing tradisional.
Peternak lain, Ahmad (34) justru memiliki cara tersendiri mengatasi beberapa ekor kambing yang terserang penyakit kembung akibat pengaruh cuaca yang terjadi akhir akhir ini di wilayah Lampung. Pencegahan yang dilakukan diantaranya dengan memberikan ramuan tradisional berupa campuran jahe, adas, getah kaca piring sebanyak 300 mililiter yang diberikan sehari sekali dengan cara dicekok (diminumkan) pada kambing.
Proses injeksi pada ternak kambing yang sakit dengan obat khusus
Ia mengatakan, kambing miliknya yang besar dan siap jual saat ini berjumlah sekitar 10 ekor. Kamnbing tersebut dijual dengan harga Rp2,5juta hingga Rp6juta per ekor tergantung kondisi kambing. Baginya beternak kambing merupakan investasi jangka panjang sembari melakukan aktifitas bertani sebab dengan memelihara kambing ia bisa menabung saat dibutuhkan kambing tersebut bisa dijual dan menghasilkan uang. 

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...