Galakkan Budaya Membaca, Dinas Pendidikan Lamsel Gandeng Relawan Literasi

SELASA, 17 JANUARI 2017

LAMPUNG — Dinas Pendidikan Lampung Selatan mendukung penuh gerakan literasi, mengingat pentingnya budaya membaca di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Untuk itu, berbagai fasilitas diberikan di setiap kecamatan, antara lain  dengan membangun Perpustakaan Seru (Perpuseru) yang kini telah berjalan.
Salah-satu perpuseru di Kecamatan Penengahan.
Beberapa Perpuseru yang telah berjalan, antara lain berada di lantai dasar Masjid Kubah Intan di Kecamatan Kalianda, kawasan perkantoran Kecamatan Penengahan, Kecamatan Natar dan Kecamatan Jati Agung. Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Anas Anshori, ditemui Selasa (17/1/2017), mengatakan, pihaknya akan melakukan dukungan dengan menggalakkan program membaca di setiap sekolah, sehingga budaya membaca benar-benar bisa digalakkan.
Anas juga mendukung beberapa desa yang telah menggunakan Dana Desa untuk penambahan fasilitas perpustakaan, baik penambahan jumlah koleksi buku serta pembuatan perpustakaan yang ada di pedesaan. Minat baca yang tinggi tersebut, menurutnya, difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan menjadikan Rest Area Masjid Agung Kalianda sebagai kawasan yang terintegrasi sebagai kawasan untuk beristirahat, ibadah serta adanya perpustakaan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti internet dan komputer.
“Khusus untuk dinas pendidikan, kita juga akan melakukan penambahan koleksi buku-buku yang ada di setiap sekolah, karena sebagian sekolah yang ada di Lampung Selatan masih memiliki koleksi yang terbatas, terutama buku-buku untuk anak-anak,” ungkap Anas.
Penambahan gedung perpustakaan yang ada di setiap desa, lanjut Anas, akan melibatkan berbagai pihak terutama dengan anggaran Dana Desa yang cukup besar. Tak hanya digunakan untuk infrastruktur, namun juga untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) di pedesaan melalui penambahan buku-buku. Selain itu, dukungan dari relawan literasi yang ada di Lampung Selatan, juga telah menumbuhkan minat baca di masyarakat. Tidak hanya di sekolah, melainkan hingga jam di luar pelajaran, karena waktu terbanyak anak sekolah berada bersama keluarga dan di tengah masyarakat. 
Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Anas Anshori.
Selain itu, Anas juga akan mengajak siswa sekolah menerapkan hal-hal positif yang telah dibaca di buku-buku perpustakaan. Salah-satu yang akan dilakukan di antaranya penerapan membaca buku tentang cara menanam di dalam polybag untuk tanaman cabai serta pepaya di halaman rumah. Kegiatan tersebut merupakan langkah penerapan konkrit di sekolah dengan adanya budaya membaca yang langsung diterapkan, sehingga bisa berguna secara nyata. Gerakan membaca selanjutnya diterapkan dengan gerakan menanam di sekolah merupakan lanjutan dan implementasi dari membaca yang ilmunya diterapkan dalam kegiatan langsung.
Pegiat Literasi Lampung Selatan, Sugeng Hariyono yang telah menggerakkan budaya membaca di Lampung Selatan, pun mendukung upaya Dinas Pendidikan untuk menambah, baik fasilitas gedung maupun koleksi buku-buku di sekolah. Sugeng bahkan mengaku telah menggalakkan program membaca buku 15 menit dan telah mendatangi sekolah-sekolah untuk mengajak siswa gemar membaca buku, sekaligus membuat resensi atau catatan terkait buku-buku yang telah dibaca.
Selain itu, gerakan Armada Pustaka Bergerak yang di antaranya terdiri dari matic pustaka, motor pustaka, onthel pustaka, perahu pustaka juga telah menjangkau desa-desa terpencil, bahkan juga pulau terpencil dengan membawa buku-buku bagi anak-anak usia sekolah.
Sebagai salah-satu fasilitator Perpuseru wilayah Lampung Selatan dan Timur, Sugeng, juga mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang memperhatikan perpustakaan di wilayah tersebut. Beberapa Perpuseru yang dibangun seperti di Rest Area Masjid Kubah Intan Kalianda bahkan telah menumbuhkan minat baca masyarakat, dan dilengkapi fasilitas komputer sebanyak 40 unit dan internet gratis melalui wifi berkecepatan 150 Mbps. Beberapa fasiltas komputer merupakan sumbangan corporate social responsibility (CSR) beberapa perusahaan yang ada di Lampung Selatan, yang turut peduli terhadap dunia literasi.
“Fasilitas sudah memadai, baik bangunan fisik maupun sarana untuk membaca, yakni buku-buku dan internet. Namun, kami sebagai fasiliator perpuseru termasuk relawan literasi berharap Dinas Pendidikan juga gencar menggaungkan budaya membaca,” ungkap Sugeng.
Selain penambahan fasilitas perpustakaan yang sebagian dibangun oleh desa, Sugeng juga berharap setiap sekolah bisa menyelenggarakan kegiatan yang menumbuhkan minat baca. Ia bahkan berencana menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, untuk menyelenggarakan lomba menulis resensi, puisi, dan cerpen. Ia beralasan, budaya membaca akan menumbuhkan daya imajinasi para siswa dan akan menjadikan siswa bisa menuangkan gagasan dan ide melalui tulisan. Armada Pustaka bahkan telah menyelanggarakan kegiatan menulis surat untuk Presiden dan Kapolri di beberapa sekolah di Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Ketapang.
Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, dalam waktu dekat relawan literasi, di antaranya Armada Pustaka Bergerak, juga akan menyambangi sekolah dasar di pulau terluar seperti di Pulau Sebesi dan Sebuku, dengan membawa buku-buku bacaan serta memberikan donasi untuk para siswa yang ada di sekolah terpencil tersebut. Rencana tersebut akan dilakukan pada akhir Februari mendatang.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...