Empat Murid SD Korban Pelecehan Seksual di Sikka Mulai Bersekolah

SENIN, 16 JANUARI 2017

MAUMERE — Empat orang murid kelas VI SD Inpres Wutik di Desa  Koting, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, korban pelecehan seksual mulai beraktivitas belajar seperti biasa, sejak Jumat (13/1/2017). Salah-satu guru SDI Wutik, Berbina Yasinta, mengatakan, pihak sekolah meminta pada siswa lain untuk tidak bertanya perihal kasus tersebut, agar tak membangkitkan trauma pada korban.
Aktiviitas belajar mengajar di SDI Wutik, Sikka
Selain itu, pihak sekolah juga meminta kepada para guru untuk membantu keempat murid tersebut agar bisa menjalankan aktivititas belajar seperti biasa. Sementara itu, mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Matematika yang selama ini diajarkan oleh Kepala Sekolah SDI Wutik yang kini tengah menjalani proses hukum, dibebankan kepada Wali Kelas dan dirinya. “Untuk sementara, mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dibebankan kepada setiap guru wali kelas masing-masing, sementara saya mengajar matematika,” ujarnya, saat ditemui Sabtu (14/1/2017).
Yasinta dan para guru lainnya, menyesalkan kejadian ini. Pasalnnya, para guru pun selalu dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. “Kalau para guru sering dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, otomatis proses belajar mengajar juga mengalami hambatan,” ungkapnya.
Dari 13 murid yang duduk di kelas VI, terdapat 7 orang murid laki-laki yang diduga menjadi korban pelecehan seksual, dan 4 di antaranya melapor ke pihak kepolisian. Salah-satu nenek korban, Kristianus Sikka, saat ditemui di rumahnya berharap agar proses hukum yang menimpa cucunya segera disidangkan dan sang kepala sekolah bisa dijatuhi hukuman setimpal sesuai perbuatannya. “Ini menyangkut masa depan anak cucu kami dan kami juga berharap agar pihak sekolah dan pemerintah bisa membantu memulihkan trauma yang dialami mereka,” pungkasnya.
Keempat korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri, terlihat bersemangat mengikuti pelajaran. Usai sekolah, keempat murid itu pun berjalan kembali ke rumah mereka bersama teman-temannya sambil bercengkerama di sepanjang perjalanan pulang.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...