Dua Puluh Satu Korban Kebakaran Kapal Zahro Express Teridentifikasi

KAMIS, 5 JANUARI 2017

JAKARTA — Hingga hari kelima pasca insiden musibah terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express di sekitar perairan Muara Angke, Jakarta Utara, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri sedikitnya telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 21 jenazah korban meninggal dunia. Semua korban teridentifikasi diserahkan secara langsung kepada pihak perwakilan keluarga korban masing-masing. Total hingga Kamis sore (5/1/2017) jenazah korban KM Zahro Express yang sudah berhasil ditemukan sementara 24 orang, 21 jenazah di antaranya teridentifikasi.

Brigjen Pol. dr. Didi Agus Mintadi (kiri) saat jumpa pers di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tinggal 3 jenazah masih dalam proses identifikasi. Puluhan pemumpang KM Zahro Express lainnya yang diduga hilang atau tenggelam di laut masih dalam pencarian Tim Search And Rescue (SAR). Sedangkan 3 jenazah korban KM Zahro Express yang belum teridentifikasi hingga malam ini masih berada di Ruang Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RS Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Salah satu penyebab atau kendala identifikasi terhadap 3 jenazah tersisa karena menderita luka bakar hampir 100 persen pada sekujur tubuh sehingga sangat sulit untuk dikenali dengan penglihatan atau metode lainnya.

Kombes Pol. Agus Didi Mintadi, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Sukanto, mengatakan, untuk 3 jenazah yang masih dalam proses identifikasi, diupayakan secepatnya bisa teridentifikasi.

“Tim DVI berupaya mencari data primer maupun data sekunder yang berhubungan dengan jenazah tersebut. Apabila ternyata data-data dari pihak keluarga tersebut minim atau susah didapat, maka Tim DVI mengupayakan identifikasi jenazah dengan metode tes DNA. Nanti Tim DVI mencocokkan DNA jenazah tersebut dengan DNA anggota keluarga kandung korban yang masih hidup, misalnya seperti ayah, ibu, adik, kakak, maupun anak korban,” kata Agus Didi Mintadi kepada wartawan di RS Polri Sukanto, Kamis petang (5/1/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...