Curah Hujan Tinggi Rusak Tanaman Cabai Petani Lombok

RABU 11 JANUARI 2017 
LOMBOK—Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa bulan terahir mengakibatkan tanaman cabai sebagian petani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kerusakan. 
Suyatni, petani Desa Durian, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah saat memetik buah cabai di sawahnya untuk dijual.
“Buah cabainya banyak yang rusak, karena terlalu dingin akibat curah yang terjadi dalam beberapa bulan terahir” kata Suyatni, petani cabai Desa Durian, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (11/1/2017.
Menurutnya kerusakan buah cabai petani tidak saja terjadi saat sudah matang dan siap panen, tapi juga berlangsung saat buahnya masih muda dan hijau. Buah cabai seperti diserang penyakit wereng, menghitam, kemudian banyak membusuk di pohon, bahkan akibat terlalu dingin, pohon cabai juga ikut menguning dan mati. 
Rohani, petani cabai lain menceritakan, meski penyemprotan obat pestisida sudah dilakukan sampai beberapa kali, buah cabai masih tetap hitam dan membusuk. 
“Makanya tidak heran harga cabai di pasar tradisional mahal sampai 115 perkilo, karena persedian sedikit, sementara permintaan dari masyarakat besar,” ujar dia. 
Dikatakan, meski harga mahal, tapi hasil panen sedikit, tetap saja petani rugi, karena buah cabai banyak yang mengalami kerusakan dan membusuk sebelum dipanen. 
 Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi 
Lihat juga...