Bulog Kalsel Gagal Realisasikan Target Serapan Beras

RABU, 4 JANUARI 2017
 
BANJARMASIN — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Kalimantan Selatan hanya menyerap 13 ribu ton setara beras dari target yang ditetapkan sebanyak 35 ribu ton setara beras pada 2016. Angka realisasi serapan beras ini setara 26 ribu ton gabah kering panen dari target 75 ribu ton gabah kering panen.

Kepala Divre Bulog Kalsel, Dedi Supriady (tengah), menjelaskan perihal gagalnya Bulog Kalsel dalam target serapan beras.

Kepala Divisi Regional Bulog Kalsel, Dedi Supriady, menyatakan, rendahnya serapan beras karena harga di tingkat petani jauh di atas harga pembelian pemerintah. Selain itu, kata Dedi, bencana banjir yang merendam sejumlah kabupaten berdampak buruk terhadap kualitas dan serapan beras Bulog.

“Banjir membuat kualitas beras jelek, kandungan airnya 25 persen. Pengadaan beras jadi menyusut,” ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (4/1/2017).

Ia menolak menaikkan HPP karena sudah ketentuan pemerintah. Kalaupun HPP tiba-tiba melonjak, Dedi khawatir justru memicu inflasi di daerah. “Petani kaya tapi kasihan buruh pabrik dan karyawan lain,” kata Dedi.

Walhasil, Dedi cuma menggunakan duit Rp 200 miliar dari Rp 350 miliar dana yang disiapkan untuk menebus beras ke petani. Pihaknya berharap kelompok tani dan dinas terkait bisa memberikan informasi dimana saja petani berkenan melego hasil pertaniannya saat musim panen tiba.

Menurut dia, Bulog Kalsel menyerap pasokan beras dari Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Tapin Beruntung. Beras dari perusahaan swasta yang masuk ke Kalimantan Selatan bisa menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Beras lokal seperti unus biasanya dikirim ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Beruntung beras swasta dari Jawa bisa menstabilkan harga di pasaran,” demikian Dedi berujar.

Dedi optimistis lembaganya bisa merealisasikan target menyerap 35 ribu ton setara beras pada 2017. Ia menuturkan, cuaca tahun ini agaknya lebih baik dan luas tanam yang berdampak terhadap tingginya serapan beras lewat Bulog.

“Target tetap 35 ribu ton setara beras atau 75 ribu ton gabah kering panen. Anggaran yang disiapkan Rp 350 miliar,” ujar dia. Bulog Kalsel pun berencana membangun empat unit gudang beras di Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Balangan.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...