MANADO — Dokter ahli Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado, Hermanus Jacobus Lalenoh menyebut, penyebab meningkatnya bobot bayi perempuan milik Keluarga Tamboto Senewe yang lahir di rumah sakit pada Jumat (13/1/2017) pekan lalu, disebabkan ibu bayi menderita Diabetes Militus (DM).
Dokter Ahli Hermanus Jacobus Lalenoh
“Kalau lihat kasus seperti ini, bobot bayi yang lahir dengan berat di atas normal, apalagi hingga 6,3 kilogram itu disebabkan karena ibu sang bayi menderita diabetes dengan kadar gula yang tinggi”, ungkap Lalenoh, saat ditemui di Rumah Sakit Prof Kandou, Manado, Selasa (17/1/2017).
Menurutnya, dari analisa dan pemeriksaan terhadap kasus-kasus bayi yang lahir dengan berat di atas normal, kebanyakan disebabkan ibu bayi kurang melakukan pemeriksaan rutin atau disebut antenatal care, yang meliputi pemeriksaan gula darah dan janin dalam kandungan, agar saat melakukan persalinan atau kelahiran bayi, bisa normal dan tidak melebihi bobot seperti yang terjadi pada kasus kelahiran keluarga Tamboto Senewe.
“Karena itu, agar ibu bayi bisa melahirkan dengan bobot bayi normal, dianjurkan untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin saat kehamilan, agar bisa mencegah bayi lahir dengan berat berlebihan seperti bayi raksasa milik pasangan Yunita Senewe dan Benhard Tamboto. Selain itu, sesuai dengan pengalaman selama ini, kalau bayi lahir di atas normal apalagi dengan berat 6,3 kilogram pasti akan mengalami sesak nafas, karena berat badanya melebihi bobot normal”, pungkasnya.