Wujud Kemandirian Pangan, Distanbun Sikka Lakukan Gerakan Tanam Serentak Jagung di Lahan 13 Ribu Hektar

SENIN, 5 DESEMBER 2016
MAUMERE—Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sikka akan melaksanakan gerakan tanam serentak jagung yang akan dilaksanakan di lahan seluas 13.700 hektar. Kegiatan yang akan berlangsung Jumat (9/12/2016) ini akan dilakukan secara serempak dengan berpusat di Desa Watuliwung Kecamatan Kangae dan akan dihadiri Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman.

Area tanaman jagung di Desa Watuliwung Kangae yang sedang dipersiapkan untuk ditanam.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sikka Hengky B.Sali bersama Kepala Bidang Tanaman Pangan Kanisius Togo saat ditemui Cendana News, Senin (5/12/2016) di kantornya.

“Menteri Pertanian diharapkan akan hadir bersama Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI, Dr.Hasil Sembiring. Kami sudah mengirimkan undangan dan dalam satu dua hari ke depan kehadiran menteri sudah bisa dipastikan,” ujar Kanisius Togo.

Kegiatan tanam serentak ini sebut Kanis sapaannya, diprakarsai oleh Dinas Distanbun Sikka dan Distanbun Provinsi NTT. Kegiatan tanam serentak ini akan dihadiri juga Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Kepala Distanbun NTT dan sejumlah Forkopimda provinsi NTT.

“Kabupaten Sikka memiliki luas tanaman jagung sebanyak 18 ribu hektar sementara yang dilakukan tanam serentak hanya 13.700 hektar saja sebab lahan lainnya akan menyusul,” terangnya.

Untuk tahun 2016 lanjut Kanis, pemerintah telah menyiapkan benih jagung pada lahan seluas 13.700 hektar dengan rincian 11 ribu hektar benih jagung Hibrida sebanyak 275 ton, dan 2.700 hektar memakai benih jagung Komposit sejumlahr 67,5 ton. Sedangkan sisanya seluas 4 ribu hektar lebih menggunakan benih swadaya para petani itu sendiri.

Pemerintah, lanjutnya, juga telah menyalurkan benih padi jenis Hibrida untuk lahan persawahan dan lahan kering seluas 3.351 hektar dengan jumlah benih padi ± 83 ton. Selain itu, sudah dibagikan benih kedelai untuk lahan seluas 250 hektar dengan jumlah benih sebesar 12,5 ton.

“Semua benih sudah tersalurkan kepada kelompok tani dan ada yang sudah melakukan penanaman,” ungkapnya.

Berdasarkan arahan Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera, beber Kanis, pihaknya pun telah memberikan subsidi pengolahan lahan, sebesar 300 ribu rupiah per hektar dari harga yang sesungguhnya sebesar  800 ribu rupiah per hektar.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...