Waljinah dan Soendari Soekotjo di Musik Keroncong Tujuh Putri

SENIN 19 DESEMBER 2016

BANDUNG—Sementara musisi muda lainnya memilih jenis musik yang lebih populer, Keroncong Tujuh Putri (KTP) hadir dengan konsep yang lebih segar. Kelompok musik yang digawangi Gina (cak), Rachma (vokal), Intan (contra bass), Lisa (cello), Marsha (gitar), Prilia (cuk) dan Tria (vokal/flute) ini dibentuk sejak 2014 lalu.

Keroncong Tujuh Puteri dan Sundari Sokoetjo.
Disinggung siapa musisi keroncong yang dijadikan referensi, mereka sepakat menyebut Waljinah dan Sundari Soekotjo. Apa alasannya?
“Sundari Soekotjo dan Waljinah, karena mereka berdua musisi yang dari awal berkarir sampai sekarang tetap di musik keroncong dan sangat mendukung kita-kita para generasi muda untuk melestarikannya,” ujar Pemain Gitar KTP, Marsha.
Diketahui, seluruh personel KTP adalah jebolan jurusan pendidikan Seni Musik di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Karena itu tak heran jika memahami lebih dari satu genre. Marsha menyampaikan, setiap personel memang berangkat dari jenis musik yang berbeda dalam bermusik. Sebelum mengenal keroncong mereka menekuni diantaranya genre pop, jazz juga klasik.Demikian, Marsha paham betul ada perbedaan cara bermain musik keroncong dengan yang jenis lainnya.
“Tentunya ada perbedaan dengan aliran musik lainnya. Pada vokal misalnya, kalau jenis musik lain seperti pop dimainkan dengan on tempo nah di kerocong ini dituntut dimainkan dengan cara ‘gandul’. Begitu pula dengan alat musik lainnya,” kata mojang karib disapa Mano ini.
Namun kerumitan itu justru membuat personel KTP lebih tertantang untuk mempelajari musik keroncong lebih dalam. Akhinya kini mereka lebih enjoy memainkan keroncong yang semula dinilai sukar itu.
“Karena ini musik asli Indonesia dan pola-pola musik keroncong cukup terbilang unik,” kata Mano.
Jurnalis: Rianto Nudiansyah/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Rianto Nudiansyah
Lihat juga...