SSB PS Mahasiswa, Swadaya Mencetak Pesepak-bola Handal Sejak 1932

MINGGU, 11 DESEMBER 2016
JAKARTA — Klub Sepak bola kebanggaan masyarakat Jakarta, Persija Jakarta, memiliki klub-klub Divisi Utama yang berada di bawah naungannya. Salah-satunya, PS Mahasiswa yang berdiri sejak tahun 1932. Tercatat beberapa nama pesepak-bola tanah air lahir dari PS Mahasiswa, yakni Rachmad Darmawan, Hermansyah dan Zainal Jambak. PS Mahasiswa mengambil pemain-pemain junior usia 17 tahun ke atas dari SSB (Sekolah Sepak Bola) binaannya.

Kristianto bersama siswa didiknya.
Salah-satu SSB yang sekarang sedang berkembang untuk mencetak pemain-pemain handal bagi PS Mahasiswa, bahkan tidak tertutup kemungkinan bagi Persija Jakarta serta Timnas Garuda, adalah SSB PS Mahasiswa di bawah arahan pelatih teknis, Cheppy dan Kristianto, sebagai pelatih kiper. Keduanya juga merupakan alumni pemain PS Mahasiswa di era kepelatihan Asisten Pelatih Nasional U19, Maruzar Nasution.
SSB PS Mahasiswa yang baru berdiri sejak April 2016, pengelolaan kegiatan sehari-harinya dilakukan secara swadaya dari para orangtua siswa. Dengan anggota sebanyak 30 orang, SSB PS Mahasiswa mampu bertahan dengan program latihan rutin serta kerap ikut serta dalam kompetisi internal Persija untuk usia 8-17 tahun. Para pesepak-bola binaan SSB PS Mahasiswa adalah untuk usia 8-14 tahun. Namun, saat seorang pemain mulai mendekati usia junior (17 tahun), ia akan diikutkan dalam seleksi masuk menjadi pemain junior PS Mahasiswa.
“Dengan pengelolaan secara swadaya, semua orangtua siswa merupakan donatur untuk kegiatan SSB PS Mahasiswa. Semua kebutuhan kegiatan latihan SSB dipenuhi oleh orangtua siswa,” ungkap Kristianto, pelatih kiper di SSB PS Mahasiswa, saat ditemui di tempat latihan, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2016).
Untuk mengukur sejauh mana anak-anak didik menyerap latihan dari pelatih sekaligus melihat perkembangan mereka, SSB PS Mahasiswa kerap mengikut-sertakan siswanya dalam kompetisi internal Persija Jakarta, baik untuk usia 8-14 tahun maupun usia junior (17 tahun ke atas).
Prestasi terbaru SSB yang baru 9 bulan berdiri ini adalah masuk 4 besar kompetisi Union Makes Strength (UMS), yang merupakan salah satu anggota klub divisi utama di bawah naungan Persija Jakarta. “Untuk kelompok usia 10-12 tahun, kami kandas di penyisihan. Namun, untuk kelompok usia 10-14 tahun kami berhasil masuk 4 besar dari 24 SSB yang ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut,” terang Kristianto.
Latihan SSB PS Mahasiswa di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Untuk membentuk para pemain menjadi handal dan siap pakai, tim pelatih SSB PS Mahasiswa menggunakan sistem rotasi dalam memilih pemain yang akan diturunkan dalam kejuaraan maupun pertandingan di luar kejuaraan.
“Dari kurang lebih 30 siswa yang ada, mereka dibagi dua, yakni tim A dan tim B. Namun, dalam mengikuti kompetisi maupun turun bertanding, kami menggunakan aturan, siapa yang paling siap serta paling mengesankan dalam latihan, ia yang akan turun bertanding. Jadi, komposisi pemain dalam tim A maupun B bukan harga mati. Yang terbaik adalah yang turun bertanding. Ini juga untuk membangun jiwa kompetitif di antara pemain kami untuk mengasah diri sebaik-baiknya, agar bisa bermain secara reguler baik dalam kejuaraan maupun pertandingan biasa,” jelas Cheppy, pelatih tehnik SSB PS Mahasiswa.
Tantangan bagi tim pelatih dalam mengelola kegiatan SSB PS Mahasiswa adalah menyesuaikan waktu latihan dengan waktu belajar dari para siswa SSB. Pasalnya, mereka tak ingin jika salah satu mengalami kemunduran, sehingga antara pelajaran di sekolah dan sepak bola senantasa diupayakan bisa seimbang pengaturan waktunya.
Sedangkan untuk tantangan atau kendala pembiayaan SSB, saat ini para donatur yang berasal dari orangtua para siswa menjadi jalan keluarnya. Semangat gotong-royong dan kepedulian juga tertanam
di antara para donatur. Orangtua yang keadaan ekonominya lebih beruntung, akan menutupi mereka yang keadaan ekonominya kurang beruntung.
“Jadi, di SSB PS Mahasiswa semuanya membaur menjadi satu untuk satu tujuan, yakni mencetak pemain sepak bola lokal yang handal. Tidak ada batasan keadaan ekonomi. Itulah komitmen antara kami tim pelatih dengan para orangtua sejak awal pendirian SSB ini. Termasuk juga siapa anak didik yang diturunkan bertanding, orangtua siswa menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan tim pelatih tanpa terpengaruh hal-hal apa pun,” papar Kristianto lagi.
Harapan tim pelatih Kristianto dan Cheppy dalam usaha mencetak pemain handal ke depan adalah Persija Jakarta bisa lebih aktif mengikuti kompetisi-kompetisi tingkat Pra Junior maupun Junior, baik nasional maupun internasional, dengan mengambil bibit-bibit pemain dari semua SSB yang berada di bawah naungannya.
Apalagi, saat ini SSB PS Mahasiswa mulai memperlihatkan kemajuan dengan munculnya talenta-talenta muda berbakat yang suatu saat bisa berkembang menjadi pemain andalan baik bagi klub maupun Timnas Garuda.
“Salah-satu pemain berbakat kami adalah Kiyo, dari kelompok usia 9 tahun. Dia pemain dengan bakat murni, punya kecepatan, cerdas dan tahu fungsinya di lapangan. Meski baru berusia 9 tahun, tapi ia sudah ikut kompetisi usia 13 tahun ke atas,” ujar Kristianto, seraya menunjuk seorang bocah kecil bernomor punggung 10 yang saat itu berada di tengah lapangan.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...