Sistem Pengoperasian Eksavator Digondol Maling, Sampah Menumpuk di TPA Wairii

RABU 7 DESEMBER 2016

MAUMERE— Sudah tiga minggu lebih alat berat jenis eksavator yang biasa dipergunakan untuk menggaruk tanah dan menimbun sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wairii Desa Kolisia Kecamatan Magepanda  tidak beroperasi.
Alat berat jenis eksavator (kiri) yang terparkir di garasi. .
Sampah-sampah pun tidak bisa ditimbun dengan tanah sebab di lokasi ini hanya ada satu alat berat jenis eksavator dan satunya loader berukuran kecil untuk meratakan tanah.
“Sudah sejak 12 November 2016 sistem pengoperasian alat berat tersebut digondol maling dan kasus ini juga sudah saya laporkan ke Polres Sikka namun hingga saat ini polisi belum menemukan pelakunya,” ujar Gatot 
Muryanto, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi kabupaten Sikka ini saat ditemui Cendana News di kantornya, Rabu (7/1/2016) menyebutkan, pencurinya pasti orang yang paham mengenai mesin dan suku cadang alat berat.
Sampah menumpuk di TPA Wairii dan belum dilakukan penimbunan. TPA Wairii akibat sistem pengoperasiannya dicuri.
Gatot memaparkan, pencuri memotong terali pengaman yang dipasang di samping badan alat berat ini dan memotong kabelnya. Setelah itu maling yang diduga beroperasi saat malam hari ini mengambil satu set perangkat digital sehingga otomatis alat berat ini tidak bisa beroperasi.
“Saya sudah laporkan kasus ini ke kepala dinas PU Tamben Sikka namun belum saya laporkan ke kementrian PU sebab masih menunggu hasil kerja pihak kepolisian,” ungkapnya.
Gatot menyesali kejadian ini dan tidak menduga hal ini bisa terjadi. Awalnya pihaknya hendak membangun garasi bagi dua alat berat ini di dekat rumah tingga penjaga TPA di sisi timur namun lahan tersebut milik petugas tersebut sehingga garasi dibangun di dekat jalan masuk di sisi timur yang hanya berjarak ± 200 metrer ke rumah penjaga TPA.
Alat berat seharga 1,5 miliar rupiah ini  merupakan bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum yang diterima tanggal 24 Agustus 2015. Sementara satu set sistem pengoperasian atau kontrol link digital yang hilang harganya ditaksir ±350 juta rupiah dan harus dipesan terlebih dahulu ke perusahaan pembuat alat berat ini.
“Bila dalam bebarap minggu ke depan belum juga ditemukan maka saya akan laporkan ke kementrian PU agar bisa diketahui dan bisa diambil langkah selanjutnya .Bila menunggu lama, maka sampah akan menumpuk,”pungkasnya.
Disaksikan Cendana News saat berkunjung ke TPA Wairii  Senin (5/12/2016) alat berat ini terparkir di garasi di sisi timur jalan masuk ke TPA dan berada di samping buldoser  yang juga sedang diparkir. Sampah terlihat menggunung dan belum ditimbun.
Gatot Muryanto kepala bisang Kebersihan dan Pertamanan dinas PU Tamben Sikka.
 Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...