Rangkaian Bunga Nan Indah dari Daur Ulang Sampah

SELASA, 6 DESEMBER 2016
SURABAYA—Mendengar kata sampah, mungkin untuk sebagian besar orang pada umumnya ialah sesuatu yang sudah tidak bernilai. Botol merupakan satu dari sekian jenis sampah yang banyak terdapat di tempat-tempat sampah. Dan siapa sangka, ternyata dari botol bekas itu mampu dihasilkan satu rangkaian bunga melati dan bunga mawar yang indah.

Di tangan Risnani, sampah-sampah botol dapat disulap menjadi rangkaian bunga yang menarik. Mulanya, perempuan yang lebih akrab disapa Ibu Riris ini menceritakan, banyaknya sampah botol yang berserakan dimana-dimana membuat dirinya resah. Dari keresahan itu, terciptalah ide untuk memunguti sampah-sampah botol bekas minuman.

Kreasi bunga dari sampah.

“Sebenarnya kesal juga masih banyak yang masih belum sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, sayang juga kalau sampah botol itu tidak coba dikreasikan menjadi sebuah kerajinan. Itung-itung kan juga untuk mengurangi sampah,” jelasnya saat ditemui di acara Awarding Pahlawan Ekonomi 2016 di Taman Surya, Sabtu (3/12/2016).

Sementara itu, untuk membuat rangkaian bunga dari botol bekas, Ibu Riris menjelaskan, awalnya botol-botol bekal yang sudah dipunguti dikumpulkan dan kemudian dibersihkan. Setelah itu dikeringkan di bawah terik matahari. Kemudian, setelah kering dipotong menjadi tiga bagian. Masing-masing bagian yang telah dipotong, diwarnai sesuai bunga apa yang ingin dibuat. Apabila menginginkan membuat bunga melati maka diberi warna putih. Untuk menginginkan bunga mawar diberi warna merah. Bagian bawah dan atas bagian tutup botol biasanya digunakan untuk bunga. Sedangkan untuk bagian tengah botol biasanya digunakan untuk membuat daunnya. Kemudian, masing-masing bagian yang telah selesai mengalami proses pewarnaan dipotong-potong kembali dan dibentuk sedemikian rupa dan disusun hingga menjadi satu kuntum bunga. Sedangkan untuk membuat tangkai bunga, sebagai bahan penunjangnya juga Ibu Riris menggunakan kawat.

“Membuat satu rangkaian bunga utuh, biasanya memerlukan enam buah botol minum mineral isi 1,5 liter untuk keperluan membuat bunga mawar. Sedangan untuk membuat bunga melati menggunakan botol susu plastik,” katanya.

Ibu Riris mengaku, kalau bahan sudah selesai dalam proses pewarnaan, untuk merangkai menjadi satu kuntum bunga hanya dibutuhkan waktu sekitar tujuh menit saja. Dan untuk sementara ini, Ibu Riris mengaku belum berniat untuk menjual produk kreasinya.

“Ini memang niatnya sosial saja sebenarnya. Untuk mengurangi sampah lingkungan. Tapi tidak menutup kemungkinan ke depan ini laku dipasarkan juga,” tutupnya.

Jurnalis: Nanang WP / Editor: Satmoko / Foto: Nanang WP

Lihat juga...