KAMIS, 22 DESEMBER 2016
PONOROGO — Sebanyak 18 anggota Satuan Sabhara Polres Ponorogo, mulai menyisir dua gereja di Ponorogo, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Eben Haezer dan Goa Maria Fatima di Klepu, Soko, Kamis (22/12/2016). Penyisiran menggunakan metal detektor dilakukan mulai dari gerbang depan, pintu masuk, bawah tempat duduk, bawah panggung, sudut ruangan, pot bunga, alat musik, sound system bahkan hingga ke tempat sampah.
![]() |
| Anggota Satuan Sabhara Polres Ponorogo saat menyisir gereja. |
Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan saat menjalankan ibadah jemaat Kristiani nantinya. Meski tidak dipungkiri Ponorogo terbilang aman, tidak pernah ada ancaman teror bom di gereja-gereja. Kasat Sabhara Polres Ponorogo, AKP Hariyanto, menjelaskan, sterilisasi ini guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang mungkin dapat mengganggu kekhidmatan saat pelaksanaan hari Natal.
“Secara khusus memang untuk menyikapi isu teror yang belakangan sedang menghangat, sasaran utama pencarian kami adalah bahan peledak,” jelasnya saat ditemui usai penyisiran, Kamis (22/12/2016).
Penyisiran pun dilakukan di tempat-tempat tertentu yang kemungkinan bisa dijadikan tempat menaruh bahan peledak dan yang tidak terpikirkan oleh masyarakat umum. “Beruntung, bahan peledak tidak ditemukan,” ujarnya.
Rencananya, upaya sterilisasi nantinya akan terus dilakukan hingga perayaan malam Natal dan pergantian tahun baru. Setiap kegiatan keagamaan nantinya, satu jam sebelumnya akan dilakukan penyisiran. “Pada perayaan Natal nanti di masing-masing gereja kami akan melakukan penjagaan, ada 700 anggota yang diturunkan. Dan, fokus utama kami ada di Gereja Santa Maria di Bangunsari, Ponorogo, karena banyaknya jemaat,” cakapnya.
Salah seorang pengurus GPdI Eben Haezer, Ellen Sumigar, menambahkan, pihaknya yakin isu negatif tidak akan merembet ke masyarakat Bumi Reog. Selain itu, ia juga yakin keamanan dan keselamatan para jemaatnya dijaga oleh kepolisian. “Kami percaya, perbedaan itu justru saling menguatkan persatuan bangsa,” pungkasnya.
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : Koko Triarko / Foto : Charolin Pebrianti