KAMIS, 15 DESEMBER 2016
MALANG — Sejak tanggal 14-16 Desember 2016, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengirimkan beberapa orang tim pakar melakukan studi banding di Kampung Glintung Go Green (3G) yang berada di RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Tujuan studi banding tersebut yakni menyaksikan secara langsung nilai-nilai gotong royong sebagai salah satu bentuk program bela negara yang diterapkan masyarakat kampung 3G.
![]() |
| Imron Coton (baju biru) dan Marsudi Ismu Wardoyo (baju batik), perwakian Tim Kemenhan yang memandang keberhasilan Kampung Glintung dalam menghidupkan semangat gotong royong dan bela negara. |
Imron Coton, salah satu anggota tim pakar dari Kemenhan mengatakan, di zaman sekarang nilai-nilai lokal seperti halnya gotong royong kini sudah mulai hilang. Bahkan kadang antartetangga saja tidak saling mengenal nama masing-masing tetangganya, terutama di perkotaan.
“Kalau ada kerja bakti, orang-orang seperti ini biasanya hanya akan menyumbang beras, kue, atau uang. Sedangkan yang mengerjakannya adalah orang lain, sehingga nilai lokalnya tidak terbangun,” ujarnya saat melakukan dialog di kampung 3G, Kamis (15/12/2016).
![]() |
| Rombongan Kemenhan yang meninjau Kampung Glintung sebagai kampung 3G. |
Menurutnya, jika nilai lokal yang ada di kampung 3G ini bisa ditularkan ke kampung lainnya, maka inilah yang dinamakan bela negara sehingga kita bisa merasakan lagi adanya gotong royong.
“Gotong royong itu hanya bisa tumbuh dan berkembang kalau rasa ikut memilikinya itu ada,” ungkapnya.
Oleh karena itu, menurutnya, kami sangat berharap agar kampung 3G ini tidak berhenti di sini saja. Kampung ini harus direkam untuk kemudian dikembangkan melalui media sosial sehingga bisa menjadi abadi dan tidak hanya go internasional tetapi juga go global dengan membangun jaringan kampung dan jaringan internasional.
![]() |
| Suasana Kampung Glintung yang asri dan nyaman. |
“Kampung Glintung atau yang sekarang lebih dikenal dengan Kampung 3G ini menurut hemat saya bisa menjadi titik awal dari revolusi mental yang selalu didengungkan oleh pemerintah,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan perwakilan Kemenhan yang lain, C. Marsudi Ismu Wardoyo. Menurutnya, suasana dan kondisi di kampung 3G sangat luar biasa. Ia mengaku terkesan karena ketika masuk di kampung 3G, keguyuban antarwarganya sangat erat dan terasa.
“Oleh sebab itu, saya sangat setuju kalau kampung ini bisa go internasional. Karena jika kita memiliki program atau tujuan yang bagus tetapi tidak dipublikasikan, siapa yang akan tahu dengan tujuan kita,” ujarnya.
Lanjutnya, setelah pulang dari sini, nanti saat rapat tanggal 23 Desember 2016 akan dilaporkan kepada Pak Menteri agar ada langkah-langkah konkrit sehingga bisa direalisasikan lebih besar lagi.
“Kalau nanti Pak Menteri berkenan dan mengundang Bapak-bapak yang ada di sini untuk datang ke Jakarta, hal tersebut tentu akan menjadi kebanggaan kita semua karena hal ini adalah salah satu embrio yang kecil dan benar-benar menjadi bagian dari bela negara,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Kampung Glintung dulunya adalah kampung kumuh yang kini telah berhasil menerapkan sistem penghijauan dan gerakan menabung air.
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

