Pasokan Gas Jelang Natal dan Tahun Baru Terpenuhi Masyarakat Diimbau Tak Kuatir

JUMAT, 16 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Ketersediaan bahan bakar gas di sejumlah pangkalan penjualan gas elpiji (LPG) dipastikan masih cukup dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Azhari, petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Coco 21.101.02 Jalan Lintas Sumatera Desa Kekiling Lampung Selatan dalam sepekan sebanyak 350 tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram atau sering disebut tabung melon masih tersedia cukup banyak hingga akhir pekan. 
Tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram
Dengan harga rata rata hanya Rp17ribu pertabung dengan maksimal pembelian sebanyak tiga tabung bagi pembeli perseorangan diakui tidak membuat jumlah pasokan menipis.
Azhari mengungkapkan, khusus di SPBU Desa Kekiling merupakan pangkalan LGP 3 bersubsidi kilogram Pertamina Region II gas Domestik yang diageni oleh PT.Patra Serba Guna di SPBU Coco 21.101.02. Harga yang relatif terjangkau dibandingkan membeli di sejumlah warung membuat sebagian masyarakat membeli tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram di SPBU tersebut dengan rata rata konsumen sekaligus membeli bahan bakar minyak untuk kendaraan yang dimilikinya.
“Selain tabung gas bersubsidi ukuran 3 kilogram kita juga menyediakan tabung non subsidi ukuran 5,5 kilogram dan juga ukuran 12 kilogram yang banyak dibeli oleh para pengusaha restoran dan rumah makan,”terang Azhari petugas pengawas di SPBU Coco 21.101.02 Desa Kekiling Kecamatan Penengahan Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (16/12/2016).
Berdasarkan catatan sejauh ini jelang Natal 2016 dan tahun baru 2017 jumlah ketersediaan tabung gas bersubsidi dan non subsidi masih cukup banyak bahkan cenderung tak pernah kosong meski permintaan cukup banyak. Ia mengungkapkan dengan kisaran jumlah hampir mencapai 500 tabung gas bersubsidi dan non subsidi selalu rutin dipasok seminggu sekali tanpa ada keterlambatan.
Sementara itu Ketua Bidang Elpiji Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Lampung, Adi Candra menerangkan, dalam menghadapi liburan Natal 2016 dan tahun baru 2017 stok elpiji di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 1,6 juta metrik ton (MT). Ia juga berharap distribusi bahan bakar gas bisa lebih lancar agar pasokan gas untuk kebutuhan masyarakat tersebut bisa terpenuhi.
“Selama ini yang jadi hambatan adalah kemacetan untuk distribusi namun di tahun ini semoga tidak terjadi sehingga harga tetap normal dan ketersediaan aman,”ungkap Adi Candra.
Ia juga berharap kepada masyarakat yang mampu untuk bisa beralih menggunakan tabung gas non subsidi seperti Bright gas yang dijual dengan harga kosongan Rp325.000 dan isi ulang Rp65.000. Penggunaan tabung gas elpiji nonsubsidi di Lampung Selatan diakuinya masih rendah sekitar 10 persen terutama karena Bright Gas baru diluncurkan di Lampung Selatan sekitar sebulan terakhir.
Tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram, Azhari petugas SPBU memperlihatkan stok elpiji yang tersedia
Pasokan dan stok yang aman untuk kebutuhan elpiji tersebut juga diakui salah satu pedagang pengecer di Kecamatan Palas, Banu (40) yang mengaku dalam sepekan ia menyediakan sebanyak 50 tabung dan selalu habis. Ia menjual tabung gas ukuran 3 kilogram bersubsidi dengan harga Rp.22ribu pertabung dan berharap pasokan lancar agar masyarakat tidak mengeluh.
“Saat ini sejumlah harga kebutuhan pokok naik jangan sampai ditambah dengan pasokan atau harga gas naik dan terlambat datang,”ungkap Banu.
Pasokan gas di toko miliknya diakui dipasok oleh agen yang memasok ke sejumlah warung dengan permintaan yang berbeda beda. Harga yang masih tetap sama seperti pada pekan sebelumnya diakui karena belum ada kenaikan di tingkat agen dan pendistribusian juga lancar.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...