Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

JUMAT, 16 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Keputusan pihak PT Pertamina yang menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) per tanggal 16 Desember ini tak membuat pengguna bahan bakar mengeluh. Bahkan jumlah pembeli di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) stabil. Demikian diungkapkan salah satu petugas pengawas di SPBU Coco 21.101.02, Azhari kepada Cendana News, Jumat (16/12/2016).
Salah satu SPBU milik Pertamina di Lampung Selatan
Dikatakan, aktifitas pembelian oleh konsumen tetap normal seperti biasa karena kenaikan cukup kecil. Bahkan ia menilai saat ini masyarakat pemilik kendaraan yang biasanya membeli premium untuk bahan bakar justru beralih ke pertalite atau pertamax.
Pemilihan bahan bakar pertalite tersebut terutama banyak dilakukan oleh pemilik kendaraan baru yang ingin melihat performa kendaraan yang dikemudikannya menjadi lebih baik. Selain itu khusus untuk pertamax dalam beberapa pekan terakhir cukup tinggi dengan adanya promo dengan salah satu perusahaan operator seluler dengan penukaran poin sehingga banyak yang menukarkan poin dengan bahan bakar pertamax.
“Memang betul banyak yang sempat komplain dengan kenaikan harga bahan bakar yang diterapkan mulai hari ini namun daya beli masyarakat pemilik kendaraan masih tetap sama,”ungkap Azhari.
Sebagian masyarakat menurut Azhari sudah melakukan pembelian sehari sebelumnya karena informasi mengenai kenaikan BBM pada pekan kedua Desember ini sudah diketahui sebelumnya sehingga masyarakat banyak membeli pada hari sebelumnya. Ia mengungkapkan sesuai kebijakan pusat kenaikan harga BBM memang dievaluasi setiap dua minggu sekali terpengaruh harga minyak dunia sehingga bisa saja naik dan bisa turun.
Salah satu konsumen pembeli bahan bakar minyak jenis pertamax, Davi (34) mengaku tak mempermasalahkan kenaikan harga BBM non subsidi tersebut. Ia beralasan kenaikan harga tersebut juga diperuntukkan bagi jenis BBM non subsidi sementara bahan bakar bersubsidi masih tetap. 
Hal berbeda diungkapkan sopir kendaraan truk ekspedisi yang mengeluhkan kenaikan tersebut sebab kenaikan justru dilakukan saat menjelang liburan Natal 2016 dan Tahun baru 2017. Hutabarat (45) sebagai pengemudi truk ekspedisi memastikan kenaikan tersebut akan mempengaruhi biaya operasional.
“Pastinya kami mengeluh sebagai pengguna solar karena kami harus menambah uang BBM yang lebih besar lagi apalagi pengiriman barang jelang Natal dan tahun baru meningkat,”keluh Hutabarat sopir truk asal Palembang tujuan Jakarta.
Diketahui sebelumnya Pertamina merilis harga terbaru BBM non subsidi dimana harga pertalite, pertamax, dexlite dan solar non subsidi naik Rp150/liter. Sementara pertamax plus Rp50/liter dan pertamina dex tetap.
Pembelian BBM di SPBU Desa Kekiling Lampung Selatan
Adapun harga BBM nonsubsidi untuk wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) khususnya untuk wilayah Lampung sesuai edaran menurut Azhari selaku pengawas SPBU coco 21.101.02 diantaranya:
Pertalite Rp7.250/liter
Pertamax Rp7.850/liter
Pertamina Dex Rp8.300/liter
Solar nonsubsidi Rp7/150/liter
Dexlite Rp7.050/liter

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...