Merendam Stres di Pemandian Air Panas Kaki Gunung Guntur

SELASA, 13 DESEMBER 2016

GARUT — Rekreasi konon mujarab mengurangi tingkat stres masyarakat, terlebih bagi mereka yang memiliki kesibukan ekstra. Untuk di Jawa Barat, cukup banyak memiliki tempat berwisata, salah satunya pemandian air panas di Cipanas, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Salah satu kolam pemandian air panas di kaki Gunung Guntur
Kawasan yang terletak sekira 6 km dari pusat Kota Garut, dengan total luas sekitar 9.335 meter persegi menghadirkan puluhan tempat pemandian. Berbagai pilihan tersedia, mulai budget kelas bawah hingga kelas atas, diantaranya Banyu Alam, Antralina dan Tirtagangga.
Jika melalui jalur dari Bandung hanya berjarak 69,7 km menuju Garut. Hanya saja kondisi jalan yang berliku ditambah macet diperjalanan cukup menyita waktu dan energi.
Namun kelelahan itu mampu terbayar mengingat pesona alam Cipanas yang sangat kental. Sungguh jomplang dengan suasana pusat kota yang memang tak menyajikan pemandangan menarik. Sejauh mata memandang, tampak megahnya Gunung Guntur sebagai pusat air panas yang mengalir ke kolam-kolam pemandian.
Salah seorang penjaga di pemandian air panas Antralina, Tamam (32) mengatakan, sekalipun cukup banyak kolam pemandian air panas di Cipanas Garut, namun setiap tempat tak pernah sepi pengunjung.
“Apalagi kalau liburan, atau hari Sabtu dan Minggu pasti selalu padat sejak pagi,” kata Tamam.
Para pengunjung dewasa diharuskan membayar tiket Rp.12.000 dan anak-anak Rp. 8000 untuk bisa berendam di tempatnya. Tak ada perubahan harga pada hari-hari libur.
“Kecuali kalau penginapan, misalnya tahun baru bisa sampai dua kali lipat,” tuturnya menyebutkan kenaikan harganya.
Pengunjung menikmati merendam kaki di pemandian air panas
Selain kolam pemandian air panas, di sekitar Cipanas cukup banyak Pedangang Kali Lima (PKL) yang menawarkan dagangannya, dari mulai nasi kuning hingga jaket kulit yang dipasok dari industri rumahan sekitar objek. Soal banderol, memang hampir sama dengan toko, namun para penjual bersedia ditawar hingga harga sangat miring.
“Di Garut ini banyak juga pengrajin, seperti pengrajin kulit di Sukaregang. Tapi kalau jaket kulit yang dijual di sini industri rumahan yang dekat-dekat saja,” tutur Tamam.

Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Rianto Nudiansyah

Lihat juga...