Libur Panjang Akhir Pekan, Penumpang Kehabisan Armada Bus di Pelabuhan Bakauheni

Sabtu, 10 Desember 2016
LAMPUNG — Meningkatnya arus kedatangan penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mengakibatkan habisnya ketersediaan Bus Penumpang di Terminal Kedatangan Pelabuhan Bakauheni. Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Firdaus, mengatakan, peningkatan arus kedatangan itu diperkirakan mencapai 10 Persen dibandingkan hari biasa.
Suasana kepadatan arus penumpang di Terminal Bakauheni, pagi tadi.
Sejak malam sebelumnya, Bus Penumpang yang tersedia di Terminal Kedatangan Bakauheni mencapai sekitar  50 Bus. Namun, akibat meningkatnya jumlah penumpang yang akan menikmati liburan di sejumlah tempat di Lampung, membuat ketersediaan Bus Penumpang di Pelabuhan Bakauheni pada subuh tadi sempat habis. Sejumlah penumpang pun kemudian memilih menggunakan moda transportasi travel.

“Sempat habis Bus yang tersedia, karena banyaknya penumpang yang datang dari Pulau Jawa untuk liburan, sehingga sebagian Bus langsung habis. Langkah antisipasi, kita lakukan koordinasi dengan Terminal Rajabasa,” ungkap Firdaus, Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (10/12/2016).

Menurut Firdaus, bus-bus bantuan yang disediakan dari Terminal Rajabasa di antaranya mampu menampung sekitar 35-60 penumpang, meski akibat membludaknya penumpang sebagian besar penumpang harus berdiri. Arus kedatangan pejalan kaki yang meningkat tanpa diimbangi ketersediaan jumlah armada bus itu juga mengakibatkan sebagian penumpang menunggu selama berjam-jam. Bus bantuan di antaranya didatangkan dari Terminal Rajabasa dan sebagian dari Lintas Timur, di antaranya Bus DAMRI.
Arus kedatangan pelancong yang hendak ke Lampung menggunakan sepeda motor menyebabkan kepadatan arus lalu-lintas di sejumlah titik.
Firdaus mengungkapkan, kedatangan penumpang di Pelabuhan Bakauheni didominasi oleh penumpang yang akan melakukan liburan pulang ke kampung halaman untuk mengisi waktu liburan selama empat hari. Namun demikian, ketersediaan Bus Penumpang hingga siang nanti dipastikan kembali normal dengan perkiraan kedatangan Bus dari Terminal Rajabasa yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Meski sebagian bus habis dan harus menunggu bus tambahan, penumpang pejalan kaki yang hendak menikmati liburan masih lebih memilih menunggu, meski ada beberapa travel tersedia.
Namun demikian, sejumlah travel yang tersedia di Pelabuhan Bakauheni, pun juga habis disewa oleh rombongan wisatawan yang hendak menuju ke Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran. Kondisi demikian dimanfaatkan oleh sejumlah pengemudi travel dengan menarik ongkos mencapai Rp. 70.000 Per Orang, lebih mahal dari ongkos travel resmi yang masuk jalur yang hanya sekitar Rp. 50.000 hingga ke Bandar Lampung. Selain travel resmi, puluhan travel tak resmi terlihat menunggu di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni untuk menunggu penumpang dengan ongkos lebih mahal.
Sejumlah angkutan travel di Terminal Kedatangan Penumpang Bakauheni menjadi alternatif pilihan bagi sebagian penumpang.
Guna mengantisipasi penumpang naik travel tak resmi, Petugas Dishub pun mengimbau kepada penumpang untuk menunggu bus atau kendaraan yang tersedia di Pelabuhan Bakauheni. Selain untuk menghindari aksi calo yang mengutip ongkos lebih mahal, juga untuk menghindari penumpang menjadi korban tindak kriminalitas.
Sementara itu dari pantauan Cendana News, selain arus kedatangan penumpang pejalan kaki yang meningkat sekitar 10 Persen, arus kedatangan penumpang pengguna kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua dari Pulau Jawa juga terus meningkat. Dominasi pengendara kendaraan roda dua terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bakar Umum (SPBU) yang berada di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni. Sebagian pengguna kendaraan yang melakukan perjalanan secara berombongan, bahkan mengakibatkan kemacetan di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...