Kalimantan Selatan Terima Dua Gedung LSBF dari Kemendikbud

KAMIS, 15 DESEMBER 2016
 
BANJARMASIN — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan sarana pembelajaran dua gedung laboratorium seni, budaya, dan film (LSBF) yang dibangun di SMKN 3 Banjarmasin dan SMAN 5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Direktur Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Endang Caturwati, mengatakan, baru membangun 15 unit gedung LSBF di Indonesia.

Direktur Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Endang Caturwati, dan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, saat peresmian gedung LSBF di SMAN 5 Banjarmasin.

“Hanya Kalimantan Selatan saja yang menerima dua gedung,” kata Endang saat meresmikan bangunan LSBF di SMAN 5 Banjarmasin, Kamis (15/12/2016). Endang sejatinya merencanakan pendirian 10 unit gedung LSBF baru di tahun 2016. Tapi, rencana itu buyar seiring pengetatan anggaran belanja negara.

“Realisasinya lima saja, karena ada blocking anggaran.”

Menurut dia, sekolah penerima gedung LSBF mesti melalui serangkaian uji proposal di Kemendikbud. Pihaknya menyeleksi secara ketat sekolah calon penerima bantuan gedung LSBF. Setelah gedung LSBF berdiri, Endang mendorong SMAN 5 Banjarmasin lebih terlecut belajar ke SMKN 3 Banjarmasin yang sudah menghasilkan karya.
                                                                  
“Salah satu syaratnya punya prestasi dan nantinya harus berbagi dengan sekolah lain untuk mengembangkan proses belajar mengajar,” ujar Endang. Gedung LSBF dilengkapi fasilitas audio visual yang menyerupai bioskop mini.

Ia meyakini, gedung LSBF bermanfaat bagi generasi yang mencintai seni dan budaya sekaligus mencetak karakter generasi berbudaya. Menurut Endang, seni dan budaya sebagai simpul peradaban manusia. Oleh karena itu, ia menuturkan, masyarakat yang mencintai seni dan budaya merupakan manusia cerdas yang mencerminkan kepribadian bangsa.

Melalui laboratorium semacam ini, Endang berharap generasi muda mencetak film-film berkualitas dengan menggabungkan seni, budaya, dan teknologi. Menurut dia, konsep film multimedia mempermudah promosi seni dan budaya lewat teknologi visual.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengatakan, para siswa mesti kreatif memanfaatkan fasilitas LSBF. Ia berharap, generasi muda Banjarmasin bisa mencetak produk-produk kreatif berbasis seni dan budaya lewat LSBF.

“Saya tertarik membuat film kolosal perang Banjar di sini,” kata Sahbirin usai menonton film pendek di gedung LSBF. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan, Arifin Noor, mengakui, masih ada sejumlah penyempurnaan sarana LSBF, seperti fasilitas kesenian. Arifin meminta para orang tua murid melalui komite sekolah berkenan menyumbang pendanaan untuk perbaikan gedung baru LSBF itu.

Arifin menegaskan, sekolah lain dan masyarakat umum yang tertarik industri kreatif berbasis seni dan budaya bisa memanfaatkan fasilitas LSBF tersebut.

“Pembangunan  satu gedung butuh anggaran Rp 750 juta, tapi ada sumbangan komite sekolah sebesar Rp 200 juta. Ini masih perlu perbaikan lagi,” kata Arifin Noor. 

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...