Jelang Akhir Tahun, Petani di Ponorogo Akui Kesulitan Dapatkan Pupuk

SENIN, 19 DESEMBER 2016

PONOROGO — Sejak pertengahan November lalu, petani di Ponorogo merasa kelimpungan mencari pupuk kimia. Pasalnya, di sejumlah penjual pupuk, pembelian pupuk dibatasi. Bahkan di Koperasi Unit Desa (KUD) juga dibatasi. Sekarang memasuki bulan Desember, stok pupuk benar-benar habis. Kecemasan pun melanda para petani, terutama petani padi, karena bulan Desember ini memasuki pupuk susulan yang kedua.

Pupuk yang pembeliannya dibatasi, di antaranya di KUD Bungkal.

Pupuk kimia yang mulai menghilang menjelang akhir tahun, yakni urea, ZA, phonska, TSP, dan SP36. Hampir seluruh pupuk buatan pabrik ini tiap akhir tahun selalu hilang dari peredaran. Jika kekurangan pupuk ini tidak segera teratasi, lagi-lagi para petani padi terancam gagal panen akibat pertumbuhan padi yang tidak maksimal.

Petani padi, Sri Widodo (55) warga Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, ini misalnya, ia mengaku bingung saat tahu stok pupuk di toko pertanian tidak ada. Saat menemui pupuk yang ia butuhkan ia pun harus menempuh jarak puluhan kilometer dari rumahnya, itu pun tidak banyak, karena pembelian pupuk juga dibatasi.

“Ini biasa terjadi di Ponorogo, tiap akhir tahun selalu kesulitan mendapatkan pupuk. Saya bingung kenapa ini bisa terjadi,” jelasnya kepada Cendana News, Senin (19/12/2016).

Menurut Widodo, seharusnya tanaman padi saat ini sedang masa pertumbuhan dan pembentukan calon isi buah nantinya yang disebut bulir padi. Jika kekurangan nutrisi dari pupuk yang diberikan maka hasilnya tidak akan maksimal.

“Kalau diganti pupuk organik harus dua kali lipat pupuk kimia, kalau mau hasilnya bagus,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Mujian, menambahkan, kelangkaan pupuk ini membuat resah sejumlah petani, bahkan beberapa petani sudah mencari ke Kecamatan Slahung, Mlarak, dan Sambit juga kosong stok pupuk.

“Padahal saya menjabat sebagai ketua kelompok tani, itu pun tidak ada stok pupuk, pembelian sangat dibatasi,” tuturnya.

Namun begitu, penggunaan pupuk organik tidak bisa sepenuhnya menggantikan kekurangan pupuk kimia, karena padi dalam menyerap nutrisi dari pupuk organik membutuhkan waktu yang lama. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo segera turun tangan mengatasi kelangkaan pupuk bagi petani.

“Kami harap peredaran pupuk segera lancar kembali, kami tidak ingin gagal panen,” harapnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Lihat juga...