Gerakan Ijo Royo-royo, Gerakan Konservasi Alam Ala Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah

SABTU, 17 DESEMBER 2016
SOLO — Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, mempunyai cara tersendiri untuk mempertahankan keberadaan hutan sebagai resapan air di kawasan Gunung Lawu. Gerakan yang dinamakan Ijo Royo-royo ini merupakan gerakan menanam pohon untuk kepentingan masa depan.
Gerakan Ijo Rooyo-royo di Solo, Jawa Tengah
“Tanam pohon sebanyak-banyaknya, karena ini bagian dari cinta terhadap lingkungan. Kelak, lingkunganlah yang akan menjaga anak-cucu kita di kemudian hari,” ujar Bupati Karanganyar, dalam peluncuran gerakan ijo royo-royo di Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (17/12/16).
Dijelaskan Bupati, saat ini banyak manusia yang lupa pentingnya merawat lingkungan dan bumi. Di tengah maraknya eksploitasi kekayaan bumi, baik hutan, tambang dan lain sebagainya, namun yang sangat disayangkan sangat sedikit mereka yang merawat alam.
“Ini harus diimbangi, jika tidak, kitalah yang akan menanggung resikonya,” tekannya.
Pada gerakan ijo royo-royo ini, Pemkab Karanganyar secara simbolis menanam 8.000 pohon.  Upaya konservasi alam ini juga dilakukan serentak oleh Pejabat Muspida Karanganyar seperti Kapolres, Damdim, dan Wakil Bupati. Penanaman pohon  sendiri dilakukan di jalur pendakian Gunung Lawu yang beberapa waktu lalu sempat terbakar.
Gerakan ijo royo-royo, imbuh Juliatmono, sebagai gerakan awal yang nanti akan dilanjutkan oleh relawan, maupun pecinta alam lainnya. Tak hanya itu, orang nomor satu di bumi intanpari itu juga mengajak masyarakat untuk mensukseskan gerakan menanam pohon sebanyak-banyaknya.
“Ini sebagai upaya pelestarian alam dan memberikan pendidikan kepada para generasi muda untuk tetap menjaga kelestarian alam. Kita harus merawat hutan kita,”  tekan Bupati.
Adapun sejumlah jenis pohon yang ditanam dalam gerakan ijo royo-royo ini di antaranya, pohon jati, dammar, dan sejumlah pohon keras lainnya. “Untuk menjaga ekosistem alam, Pemkab juga melepas 34 Ribu benih ikan lele, tawes dan nilai di sungai Mantenan, Karanganyar,” pungkasnya.

Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : Koko Triarko / Foto : Harun Alrosid

Lihat juga...