Megahnya Kapal Selam Pasopati di Monumen Kapal Selam Indonesia Surabaya

SABTU, 17 DESEMBER 2016

SURABAYA — Monumen Kapal Selam atau bisa juga disebut Monkasel yang ada di jantung Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Pemuda 39, merupakan satu destinasi wisata sejarah yang ada di Kota Pahlawan ini. Wisata yang memamerkan kegagahan Kapal Selam Pasopati 410 ini, bisa menjadi wisata pilihan untuk menghabiskan akhir pekan sekaligus belajar mengenai sejarah tentang kapal selam Indonesia.
Kapal Selam Pasopati di Monumen Kapal Selam Indonsesia Surabaya
Pengunjung yang ingin memasuki wisata ini cukup membayar tiket seharga Rp. 10.000 saja. Letaknya yang mudah dijangkau, yakni di tengah Kota Surabaya, menjadikan wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik dalam kota maupun luar Kota Surabaya. 
Seperti yang terlihat hari ini, Sabtu (17/12/2016), banyak pengunjung berdatangan baik anak-anak, remaja, hingga orang tua. Seperti pengamatan Cendana News, para pengunjung wisata ini setelah memasuki gerbang utama langsung bergegas menuju ke dalam kapal selam. 
Di dalam kapal selam, para pengunjung bebas berfoto dan memasuki tiap-tiap bagian dari kapal. Ruang pertama, pengunjung akan disuguhkan dengan suasana ruangan peluncur roket. Kemudian memasuki ruangan selanjutnya, pengunjung akan diarahkan menuju ruang utama dan ruang komunikasi antar awak kapal.
Selanjutnya, akan ada pintu berbentuk melingkar yang menghubungkan antara ruang perwira dan ruang sonar. Di samping ruang itu terdapat kamar mandi awak kapal dan ruang radar. 
Terakhir, pengunjung akan memasuki ruang mesin utama Kapal Selam Pasopati 410 ini. Dan, di samping pintu keluar, ada peluncur roket juga yang mengarah ke belakang kapal selam. 
Setelah merasa lelah berkeliling, di dalam wisata kapal selam ini pengunjung dapat menikmati jajanan dan minuman yang tersedia tidak jauh dari badan kapal selam. Kemudian selain dapat menikmati puasnya berkeliling di dalam kapal selam, pengunjung juga dapat menikmati suguhan videorama terkait kisah perjuangan para awak kapal selam saat menghadapi peperangan yang ditayangkan tiap satu jam sekali.
Ruang peluncur torpedo Kapal Selam Pasopati.
Menurut salah seorang pengunjung, Rita Sulistya, wisatawan asal Malang mengatakan, berwisata di museum kapal selam seperti ini dapat memberikan edukasi terkait sejarah perjuangan para pahlawan terdahulu di lautan.
“Kita bisa melihat rekam jejak para pahlawan terdahulu bagaimana memperjuangan republik ini, bukan hanya di daratan saja. Melalui museum kapal selam ini kita juga bisa belajar seperti apa kegigihan para awak kapal selam ini dalam menjalankan tugas-tugasnya,” kata ibu dua anak ini.
Senada dengan Rita, Hendra Wahyudi yang juga berkunjung ke wisata museum kapal selam ini mengatakan, berwisata sambil belajar sejarah itu memang tidak salah kalau memilih berkunjung ke museum ini. “Mau belajar soal kapal selam ada, playground untuk anak-anak juga ada. Bisa nonton film sejarah perjuangan para awak kapal selamnya juga dulu waktu masih beroperasi. Jadi, lumayanlah untuk mengisi waktu liburan di akhir pekan seperti ini,” ujar warga Surabaya ini.
Selain dapat menikmati wisata kapal selam, di dalam lokasi wisata juga terdapat kolam renang bagi anak-anak yang bila menginginkan untuk masuk pengunjung akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 8.000. 

Jurnalis : Nanang WP / Editor : Koko Triarko / Foto : Nanang WP

Lihat juga...