@berbaginasi, Sebungkus Nasi Tanamkan Rasa Syukur dan Kepekaan Terhadap Sesama

SABTU, 17 DESEMBER 2016

JAKARTA — Sebuah kegiatan tanpa bentuk, tanpa agenda yang rumit. Hanya punya nama, ide dan harapan untuk membantu serta semangat berbagi. Melalui sebungkus nasi, membantu mereka yang kurang beruntung. Mereka yang tidur beralaskan bumi beratap langit.
Pameran foto yang menarik perhatian warga kolong Jembatan Layang Asemka Jakarta Pusat.
Berbagi dengan sederhana akan sebentuk harapan demi memberi semangat bagi mereka yang kurang beruntung. Begitu kira-kira yang dapat dimengerti dari kegiatan sekumpulan anak muda Jakarta yang menamakan diri @berbaginasi.
“Mengapa melalui sebungkus nasi? Semua berawal dari keinginan saling berbagi, namun tidak tahu harus memulai dari mana”, demikian ungkap Gigit Mawadah, koordinator lapangan regional Jakarta Pusat dari komunitas @berbaginasi, saat ditemui Cendana News di bawah Jembatan Layang Asemka, Jalan Pasar Pagi, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016), malam.
“Banyak dari rekan-rekan kurang beruntung yang sulit makan secara teratur, karena terbentur keadaan keuangan. Akhirnya, dari sekedar kumpul-kumpul, kami kembangkan menjadi komunitas dengan nama @berbaginasi,” lanjutnya. 
Motto komunitas ini adalah, jika tidak punya uang untuk berbagi, atau tidak punya waktu, atau tidak memiliki keduanya, setidaknya masih punya semangat untuk berbagi, maka bisa ikut bergabung.
Komunitas enerjik dengan nama @berbaginasi pertama dibentuk pada 13 Desember 2012 di Bandung, Jawa Barat. Karena media sosial, akhirnya komunitas ini semakin menjamur di berbagai Provinsi di Indonesia, salah satunya di Jakarta.
Kiri atas: Gigit Mawadah (hijab merah) diapit Tokoh masyarakat warga kolong jembatan layang Asemka Kanan atas: Lilin @HUT berbaginasi di atas tumpeng. Kiri bawah: makan ngeriung sambil bersengkerama akrab. Kanan bawah: Box nasi yang berdatangan sejak Jumat malam, pukul 21.00 WIB.
Kegiatan makan bersama penghuni kolong Jembatan Asemka, Jalan Pasar Pagi, Jakarta Pusat, yang terdiri dari para pegawai Dinas Kebersihan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau dikenal ‘pasukan oranye’, tukang ojek, anak jalanan dan gelandangan pengemis Jumat malam kemarin, adalah sekaligus peringatan 4 tahun lahirnya komunitas @berbaginasi.
Kegiatan tersebut digalang serta dihadiri oleh kurang lebih 150 orang anggota Komunitas @berbaginasi dari berbagai elemen pemuda maupun kampus di Jakarta, seperti Universitas Bina Nusantara dan STAN. Sedangkan para undangan hadir sekitar 50-70 orang yang semuanya adalah penghuni kolong Jembatan Jalan Layang Asemka.
“Komunitas ini tidak ada hubungannya dengan partai politik atau aliansi pendukung apapun, serta dari manapun. Gerakan kami murni swadaya anggota, sehingga cenderung tanpa bentuk. Pernah ada di daerah lain yang disusupi pihak berkepentingan lain, dan daerah itu kami bekukan sementara waktu, dan tidak bisa menggunakan nama komunitas ini jika memang tetap ingin melakukan kegiatan serupa,” uajr Merry, rekan Gigit turut menimpali.
Kegiatan makan bersama antara Komunitas @berbaginasi dengan para penghuni kolong Jembatan Layang Asemka, dimulai Jumat (16/12/2016), pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (17/12/2016) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Dan sebut saja Ibu Anna, seorang penghuni kolong Jembatan Layang Asemka bersama suaminya yang berprofesi sebagai pemulung, merasa diperhatikan walau hanya makan malam dengan sebungkus nasi.
“Yang penting niatnya, Mas. Dan, walau sederhana, jika makan ramai-ramai ngeriung begini lebih nikmat rasanya,” kata Anna.
Makan malam didahului doa bersama oleh tokoh masyarakat warga kolong Jembatan Layang Asemka Jakarta Pusat, peniupan lilin peringatan Hari Jadi Komunitas @berbaginasi di atas tumpeng dan diakhiri makan ngeriung sambil bercengkerama akrab antara mereka semua.
Kegiatan ini juga diisi dengan pameran foto-foto kegiatan yang pernah diadakan oleh Komunitas @berbaginasi bersama para penghuni kolong Jembatan Layang Asemka beberapa waktu sebelumnya. Foto-foto dikerumuni warga kolong Jembatan Layang Asemka untuk melihat apakah ada foto mereka yang dipamerkan. Dan jika ada, foto tersebut dapat diambil secara gratis.
Melihat kegiatan anak-anak muda yang menamakan diri komunitas @berbaginasi, sepertinya layak dibuat sebuah kalimat akhir, bahwa sebungkus nasi tidak akan bisa mengubah kehidupan manusia. Namun, dengan sebungkus nasi, manusia akan belajar untuk selalu bersyukur dan lebih peka terhadap sesama.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...