Antisipasi Paham Radikal, Ditpolair Baharkam Mabes POLRI Sambangi Pesisir Lampung Selatan

SABTU, 17 DESEMBER 2016

LAMPUNG —- Guna meminimalisir, mencegah, menertibkan dan melakukan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila seperti paham Radikalisme, Komunisme dan Terorisme (RKT), Direktorat Polisi Air Baharkam Mabes POLRI menggelar sosialisasi quick wins program kepada masyarakat Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (17/12/2016).
Sosialisasi Baharkam Mabes POLRI.
Menurut Komandan Kapal KP Parkit 3004 Ditpolair Baharkam Mabes POLRI, Inspektur Dua Ilvan Tomachlin, program quick wins merupakan program prioritas Kapolri untuk mencegah paham anti Pancasila. Sosialisasi quick wins dilakukan kepada masyarakat yang tinggal di pesisir Provinsi Lampung, seperti di Desa Suak, dan sebelumnya di Rangai Tritunggal, Tarahan di Katibung serta Merak, Belantung, Kalianda.
Selain kegiatan sosialisasi, kegiatan tersebut juga merupakan kegiatan sambang bagi anggota Polair kepada masyarakat pesisir pantai yang banyak berpofesi sebagai nelayan, yang bertujuan agar masyarakat memahami ciri-ciri gerakan radikal dan bisa melakukan pencegahan serta deteksi dini munculnya bibit-bibit paham radikal di wilayah mereka.
Kegiatan pencegahan dan menangkal paham radikal di masyarakat yang dikhawatirkan menyusup ke desa-desa pesisir di sepanjang pantai wilayah Lampung, dilakukan dengan pembinaan dan penyuluhan yang dikonsep dengan kegiatan sosialisasi di desa kawasan pantai, baik di pesisir Barat Lampung dan pesisir Timur Lampung.
Ia mengungkapkan, kegiatan penyuluhan masyarakat pesisir dalam rangka quick wins rencana strategis (renstra) 2015-2019, program penertiban dan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila dilakukan sengaja menyasar warga yang tinggal di wilayah pinggir pantai yang sebagian berprofesi sebagai nelayan dan wiraswasta. Selain sebagai wilayah terdepan yang berhubungan dengan laut, potensi penyusupan serta berkembangnya paham radikal perlu diwaspadai melalui jalur laut.
Sosialisasi yang dilakukan di antaranya memberikan pembinaan dan penyuluhan masyarakat pesisir terkait dengan organisasi radikal dan anti Pancasila dan mencegah agar paham tersebut tidak muncul di wilayah pesisir, khususnya perairan Lampung.
Menurutnya, paham radikal anti Pancasila saat ini memang belum ditemukan di wilayah pesisir Lampung. Namun, upaya pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin. Dalam sosialisasi tersebut, bahkan warga diajak kembali mengingat Dasar Negara, UUD 1945, Pancasila dan nilai nilai kebangsaan.
Sosialisasi Baharkam di wilayah pesisir Lampung Selatan.
Selain memberikan bimbingan dan penyuluhan, Polair juga memberikan sarana olahraga untuk masyarakat, di antaranya bola voli dan net, peralatan ibadah untuk masyarakat yang beragama Islam seperti buku iqro, sajadah, dan Alquran.
Selain memberikan sosialisasi paham dan pecegahan paham RKT, Polair juga  memberikan pemahaman kepada masyarakat agar berperan aktif dalam upaya pencegahan tindak pidana di perairan, baik umum maupun khusus, di antaranya tindak pidana perikanan, penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), dan penambangan (illegal mining), serta pencegahan tindak pidana penggunaan bahan peledak yang dilakukan untuk proses penangkapan ikan.
Sebagai bagian dari anggota Polri yang bertugas di alur lalu-lintas air terpadat di Asia Tenggara ini, Polair juga memiliki tugas melakukan kegiatan penyelamatan Search And Rescue (SAR) terkait insiden-insiden kecelakaan laut di perairan Selat Sunda.
Pantai di Lampung memiliki garis pantai sepanjang 1.105 kilometer, dengan 132 Pulau besar dan kecil yang menjadi wilayah patroli Polair Polda Lampung. Polair Lampung melakukan patroli pada siang dan malam hari guna mencegah penyelundupan serta tindak pidana lain di perairan.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...