KAMIS 22 DESEMBER 2016
JAKARTA–Banjir bandang yang sebelumnya sempat menggenangi sebagian besar wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Rabu (21/12/2016) saat ini dilaporkan berangsur-angsur mulai kondusif, genangan air dilaporkan mulai surut dan kini informasinya hanya tinggal menyisakan genangan air saja.
![]() |
| Sutopo Purwo Nugroho (kiri) dan Willem Rapangilie (tengah) saat jumpa pers di Kantor BNPB. |
Demikian penjelasan resmi dari BNPB yang disampaikan secara langsung oleh Willem Rampangilei, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait dengan update perkembangan dan penanganan bencana banjir bandar yang menggenangi wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat menggelar acara jumpa pers di Kantor BPNB, Pramuka, Jakarta Timur, Kamis siang (22/12:2016).
“Update perkembangan terkini hingga Kamis siang (22/12/2016), kondisi wilayah yang terdampak banjir bandang di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan sudah kondusif, banjir bandang berangsur-angsur mulai surut dan berkurang, hanya tinggal menyisakan genangan air, informasi dari BMKG memperkirakan dalam 1-2 hari hujan mulai berkurang “kata Kepala BNPB Willem Rampangilei saat jumpa pers di Kantor BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Kamis siang (22/12/2016).
“Setelah sempat tertahan beberapa jam akibat terisolasi, bantuan BNPB akhirnya mampu menembus wilayah atau daerah yang sebelumnya sempat terisolasi akibat terdampak banjir bandang yang melanda di sebagian Kabupaten di wilayah Provinsi NTB” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kapala Pusat. Data dan Informasi BNPB kepada wartawan di Jakarta.
Sutopo Purwo Nugroho juga menjelaskan bahwa saat ini bantuan dari BNPB sudah di distribusikan secara langsung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat kemudian langsung disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa, mudah-mudahan secepatnya bantuan tersebut seluruhnya akan sampai ke warga masyarakat setempat yang berhak menerima dan membutuhkan bantuan akibat terdampak bencana banjir bandang tersebut.
Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyno