JUMAT, 21 OKTOBER 2016
SUMENEP — Dari tahun ke tahun nasib petani garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin memprihatinkan, sehingga memang perlu adanya perhatian serius dari pemerintah. Hingga saat ini, tata niaga garam itu belum berpihak sama sekali terhadap petani, padahal itu merupakan ujung tombak untuk memulihkan penderitaan yang sejak dulu mereka alami.
Sampai saat ini tata niaga garam memang sama sekali belum berpihak kepada para petani, utamanya dalam regulasi pasar,. Ketika panen raya garam rakyat sudah bisa dipastikan harga akan anjlok, akibatnya para petani garam tidak bisa mendapatkan hasil yang menjanjikan.
“Kalau melihat garam ini harganya bukan melihat pasar, tetapi melihat cuaca. Karena jika cuaca bagus harga garam tetap saja tidak ada perubahan, namun begitu cuaca jelek seperti sekarang harga garam agak naik. Jadi menurut saya tergantung pada cuaca dan stok garam yang ada,” kata kata Ubaid Amrulloh, Ketua Asosiasi Masyarakat Garam Sumenep, Jumat (21/10/2016).
Disebutkan, jika tetap kondisi pasar seperti itu, sampai kapanpun penderitaan petani garam tidak akan pernah selesai, karena jelas itu sangat merugikan terhadap petani garam. Maka dari itu pemerintah perlu memperhatikan dengan cara memperbaiki tata niaga garam dari sisi regulasi pasar, supaya petani tersebut bisa mendapatkan hasil dari produksi garam yang lebih menjanjikan dari pada musim-musim sebelumnya.
“Biasanya kalau saat musim panen raya petani sangat rugi, karena selama ini regulasi pasar masih belum berpihak kepada petambak garam, sebab harga garam tidak ada perubahan. Apalagi ditambah adanya garam impor saat panen raya, harga garam tersebut akan semakin anjlok, jadi yang dirugikan petani garam,” jelasnya.

Pihaknya berharap seluruh kementerian terkait segera memperhatikan nasib petani garam yang sudah sekian lama mengalami penderitaan panjang. Jika tidak ada perhatian serius, sampai kapanpun jangan harap petani garam bisa menikmati hasil sesuai yang mereka harapkan.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul