Tekan Harga Cabai, Kementan akan Potong Rantai Pasokan

SENIN, 31 OKTOBER 2016

SOLO — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, pihaknya akan memotong rantai pasokan yang mengakibatkan harga cabai di kota-kota besar di Indonesia menjadi sangat tinggi.  Kebijakan ini dikeluarkan karena rantai pasokan saat ini dinilai terlalu panjang yang mengakibatkan harga cabai di pasar membumbung tinggi, hingga tembus Rp 90 ribu per kilogram.
“Kita menemukan harga dari tingkat petani sampai di pasar  perbedaannya sangat tinggi. Ini yang harus kita selesaikan, yakni dengan memotong rantai pasokan yang saat ini terlalu panjang,” ucap Amran Sulaiman saat diwawancara Cendana News, pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS), di Boyolali, Jawa Tengah, akhir pekan lalu (29/10/16).
Rantai pasokan, lanjut Mentan,  yang saat ini terlalu panjang, karena dari tingkat produsen (petani) hingga sampai ke produsen (masyarakat) setidaknya ada sembilan mata rantai. Rantai pasokan ini akan dipangkas menjadi 3 saja. “Banyaknya rantai pasokan ini yang mengakibatkan selisih harga sangat panjang antara di petani hingga ke pasar,” urainya.
Menurut Mentan, kenaikan harga cabai hingga tembus 400 persen, merupkan kondisi yang tidak wajar. “Ini yang akan kita lakukan. Tapi kami minta masyarakat bersabar karena saat ini  tengah bergerak cepat. Ini persoalan 70 tahun,” terang Amran.
Ditambahkan, kebijakan potong mata rantai pasokan ini tidak hanya untuk komoditi cabai saja, melainkan berbagai kebutuhan pokok lainnya. “Setelah  mata rantai pasokan diptong akan membentuk struktur pasar yang baru. Di mana harga pangan di tingkat petani akan terangkat, sementara harga di tingkat konsumen bisa ditekan,” pungkasnya. 

Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid

Lihat juga...