Sungai Meluap, Ribuan Rumah di Kota Sampang Terendam Banjir

SENIN, 24 OKTOBER 2016

SAMPANG — Setelah hujan seharian mengguyur daerah bagian utara Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, membuat debit air sungai Kemuning yang berada di tengah kota ini meningkat drastis hingga tidak mampu menampung air hujan kiriman tersebut. Akibatnya ribuan rumah di beberapa desa serta kelurahan terendam banjir sejak pukul 05.00 Wib pada hari Senin (24/10/2016) pagi, sehingga aktifitas mayarakat yang menjadi dampak banjir tersendat.
Bagi masyarakat daerah ini banjir merupakan hal agenda tahunan pada saat musim hujan yang tidak bisa dihindari, sehingga meskipun di wilayah kota ini tidak diguyur hujan bisa saja terjadi banjir. Sebab banjir yang seringkali merendam rumah penduduk ini merupakan banjir kiriman ketika di daerah utara sedang diguyur hujan dengan waktu lama dan intensitas curah hujan yang cukup tinggi.
“Pada hari ini banjir sudah kembali merendam rumah-rumah penduduk yang ada di wilayah kota, sehingga aktifitas masyarakat tersendat. Karena jalanan susah dilintasi baik pejalan kaki maupun pengendara roda dua dan roda empat,” Fatimah (35) salah seorang warga Kota Sampang, Senin (24/10/2016).
Disebutkan, bahwa ketika banjir sedang melanda masyarakat mulai ketakutan, mereka khawatir hujan kembali terjadi, sehingga nantinya dapat membuat ketinggian banjir semakin bertambah. Pasalnya ketika pemukiman warga terendam jelas akan membuat warga kebingungan, karena tidak bisa melakukan aktifitas seperti hari-hari biasa.
“Musibah banjir ini memang tidak bisa dihindari lagi ketika pada saat musim, bahkan rumah yang terendam itu mencapai ribuan, sehingga keresahan masyarakat setiap musim hujan terus terjadi. Karena banjir ini bukan satu atau dua kali saja, namun terlalu sering banjir melanda pemukiman penduduk di daerah ini,” jelasnya.
Sedangkan ketinggian banjir yang merendam rumah-rumah warga berkisar antara 40 – 150 Centi meter, sehingga hal itu sangat menyulitkan warga untuk keluar rumah dalam menjalankan aktifitas. Akibatnya mereka hanya memilih berdiam diri di rumahnya masing-masing sambil menunggu banjir surut.


Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul

Lihat juga...