SENIN, 31 OKTOBER 2016
SUMENEP — Ratusan pedagang pasar tradisional Anom Baru Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang menjadi korban kebakaran pada tahun 2007 silam kini sudah mendapatkan tempat berjualan. Tempat berjualan di pasar tersebut saat ini pembangunannya sudah selesai dan tinggal menempati kios, toko dan stan.
Bangunan kios pasar Anom Baru Blok A terdiri dari dua lantai. Bagian bawah disediakan kepada para pedagang korban kebakaran pada tahun 2007 silam sedangkan untuk lantai dua disediakan kepada masyarakat umum yang ingin berdagang. Secara keseluruhan bangunan tempat berjualan yberjumlah 477 kios, stan dan toko, diantaranya lantai pertama sebanyak 236 tempat, sedangkan lantai dua sebanyak 244 tempat berjualan.
“Jadi bangunan pertama ini memang khusus bagi pedagang yang menjadi dampak kebakaran pada tahun 2007 silam, sehingga mereka langsung bisa menempati untuk berjualan. Kios ini sudah semi modern, yang pasti tempatnya akan lebih nyaman dan tertata dengan rapi,” kata A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep, Senin (31/10/2016).
Disebutkan, bahwa dengan selesainya pembangunan kios yang sudah bisa ditempati untuk berjulan itu diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian para pedagang, terutama yang menjadi orban kebakaran. Diharapkan kedepan pedagang yang menempati tempat baru tersebut banyak dikunjungi pembeli hingga barang dagangannya mudah terjual, karena dengan tempat yang cukup representatif ini para konsumen akan juga ikut merasa nyaman dan bisa seringkali mendatangi tempat ini untuk berbelanja.
“Kalau yang bukan dampak dari kebakaran harus beli, itupun tempatnya di lantai dua. Tetapi untuk yang korban kebakaran hanya tinggal masuk dan siap berjualan,” jelasnya.
Sedangkan lantai pertama akan digunakan oleh pedagang dampak kebakaran pada tahun 2007 sebanyak 212 pedagang, terdiri dari 56 pedagang penghuni toko, 44 pedagang penghuni stan, dan 112 pedagang penghuni kios.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul