Jokowi Ingin Papua dan Papua Barat Terang Benderan

JUM’AT, 21 OKTOBER 2016

JAYAPURA — Presiden Rrepublik Indonesia (RI) Joko Widodo meminta PT PLN Persero mencapai 90 persen di tahun 2019 mendatang, yang artinya seluruh kecamatan di Papua dan Papua Barat telah dialiri listrik.
“Saya menginginkan semua kecamatan di Tanah Papua sudah terang benderang pada 2019. Saya ingin tahun 2019 rasio elektrifikasi sudah mencapai 90 persen, bukan tahun 2020,“ tegas Jokowi dalam sambutannya pada acara peresmian enam infrastruktur kelistrikan Papua dan Papua Barat, di Gardu Induk Waena-Sentani, Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu.
Orang nomor satu di Indonesia ini sangat menyadari untuk membangun infrastruktur kelistrikan di Tanah Papua banyak kendala yang dihadapi PLN. Kendati demikian, hal itu merupakan tantangan bagi perusahaan. Ini bukan hanya berkaitan dengan listrik, menurutnya juga berkaitan dengan konektivitas antar kabupaten kota berupa infrastruktur jalan. “Memang pekerjaan tidak mudah, bukan hanya listrik tapi koneksitas transportasi juga sulit. Tapi saya selalu memberi semangat,” ujarnya.
Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa dirinya rasakan sendiri bagaimana sulitnya medan di Papua. “Saya sudah pernah ke Wamena, Timika dan besok ke Yahukimo Sehingga saya tahu persis kondisi alam Papua. Jadi jangan jadikan medan sulit sebagai alasan. Saya minta semua dimajukan,” ujar Jokowi.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir menyebut, PLN saat ini tengah membangun pembangkit baru berkapasitas total 253 MW yang tersebar di 13 titik di Papua dan Papua Barat, transmisi sepanjang 246 kilo meter sirkit dan 8 gardu induk dengan nilai investasi Rp 7 Triliun.
“Keberadaan Pembangkit listrik berbasis Energi baru terbarukan di Papua dan Papua Barat merupakan bukti komitmen PLN mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan sebagai sumber tenaga listrik hingga 23 persen pada tahun 2025,” kata Sofyan.
Ia mengaui, kondisi kelistrikan di Papua dan Papua Barat saat ini total daya mampu 294 MW, dengan beban puncak 242 MW, pertumbuhan beban rata-rata 8 persen pertahun, dan jumlah pelanggan sebanyak 521 ribu pelanggan.
“Dengan selesainya proyek ini maka kapasitas di Papua dan Papua Barat akan meningkat 2 kali lipat di 2019, dan PLN siap untuk menyukseskan acara PON 2020 di Papua,” ujarnya.
Sofyan mengatakan, pembangunan infrastruktur kelistrikan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, kata dia, PLN juga akan melakukan berbagai hal, diantaranya  melistriki 14 Ibukota Kabupaten di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang belum berlistrik PLN dengan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dengan target selesai tahun 2017.
“Kemudian, melistriki seluruh Ibukota Kecamatan dengan target selesai tahun 2019, melistriki pulau terluar dan daerah perbatasan dengan target selesai tahun 2019 dan meningkatkan jam operasi Listrik Desa menjadi 24 jam sehari target 2019, “terang Sofyan.
Dalam peresmian enam infrastruktur kelistrikan Papua dan Papua Barat tersebut, sekaligus penandatangan prasasti oleh Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Dirut PT PLN Persero, Menteri BUMN dan Gubernur Papua. 


Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Indrayadi T Hatta

Lihat juga...