Perkuat Keberadaan Pegiat Kaligrafi di Indonesia, Ratusan Peserta Lomba Seni Kaligrafi Deklarasi Perkazi
SELASA, 2 AGUSTUS 2016
MATARAM — Untuk mempersatukan dan memperkuat keberadaan pegiat seni kaligrafi Al-Qur’an di Indonesia, ratusan peserta lomba kaligrafi MTQN NTB maupun dari unsur dewan hakim lomba kaligrafi mendeklarasikan berdirinya organisasi Persatuan Kaligrafi dan Zukhrufah Indonesia (Perkazi) di Mataram.

“Didirikannya organisasi Perkazi merupakan perwujudan dari gagasan para pegiat kaligrafi, zukhrufah, pemikir peradaban islam, para da’i, seniman serta semua pihak yang peduli terhadap kebudayaan dan dakwah islam” kata pegiat kaligrafi yang juga dewan hakim lomba kaligrafi MTQN NTB, KH. Didin Srojudin di Mataram, Selasa (2/8/2016)
Selama ini, kebanyakan pegiat kaligrafi masih tersebar di sanggar-sanggar seni dan berjalan sendiri, dengan didirikannya organisasi Perkazi diharapkan akan bisa menjadi wadah bagi para pegiat kaligrafi di Indonesia untuk bisa semakin memperkuat posisi dan karya dihasilkan, di kancah nasional maupun internasional
Pendeklarasian Perkazi sendiri sudah dirumuskan sebelum acara MTQN dilangsungkan dan memang sengaja dideklarasikan tepat pada pelaksanaan lomba kaligrafi yang diikuti oleh peserta lomba dari seluruh Indonesia untuk dirumuskan dan disepakati bersama
“Semua kita menyadari, kemudian menyepakati, bahwa adalah sebuah keniscayaan untuk memperluas spektrum dakwah islam dengan lebih mengedepankan karya – karya seni kreatif yang berpijak pada nilai islam, sebagai media dalam menyampaikan visi misi peradaban islam” terangnya
Selain itu, kata Didin, Perkazi juga didirikan dengan tujuan meninggikan harkat dan martabat para pelaku dan kreator bidang seni kaligrafi di Indonesia, termasuk mendorong mereka bisa melahirkan karya berkualitas tinggi, agar bisa tampil dan diakui di kancah nasional serta internasional
Sementara itu, peserta lomba kaligrafi asal Kalimantan Barat, Hendro Budi Sungkowo mengaku menyambut baik didirikannya organisasi Perkazi sebagai wadah bagi para pegiat kaligrafi di seluruh Indonesia, baik untuk belajar dan sharing informasi maupun membantu mewadahi hasil karya para pegiat bisa dihargai
“Sangat bagus dan kita dukung adanya Perkazi sebagai wadah dan menjadi titik temu antara para seniman muslim dalam mengolah dan mengembangkan daya kreasin bisa menjadi jembatan komunikasi dan sinergi dengan pemerintah, membuat kebijakan yang mendorong lahirnya karya kreatif dari para pegiat kaligrafi dan seniman, sehingga bisa mencapai tujuan, sebagaimana diharapkan” katanya(Turmuzi)