Pasca Relokasi, Nasib PKL di Sumenep Memprihatinkan

SENIN, 1 AGUSTUS 2016

SUMENEP — Pedagang Kaki Lima (PKL) pasca relokasi dari Taman Adipura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terlihat memprihatinkan. Sejak berada ditempat yang baru pendapatan mereka menurun drastis, sehingga dalam setiap harinya mereka merasa kebingungan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Sejak dilakukan pemindahan tempat berjualan oleh pemerintah daerah ke lapangan kerapan sapi Giling, Desa Pangaran, Kecamatan Kota Sumenep, para pengunjung yang datang sangat sepi. Akibatnya barang dagangan mereka jajakan tidak laku, hingga menyebabkan pendapatan dalam setiap harinya menurun tajam dibanding dengan tempat berjualan sebelumnya.
“Pasca relokasi para pedagang ke tempat yang baru ini pendapatan para pedagang menurun drastis, sehingga mereka selalu mengeluh. Karena pendapatan yang diperoleh belum mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, sebab tempat baru ini sangat tidak menjanjikan,” kata Halim, salah seorang pedagang konveksi yang direlokasi, Senin (1/7/2016).
Disebutkan, dengan dipindahnya para pedagang ke tempat yang baru bukanlah sebuah solusi yang terbaik, tetapi malah menambah lengkap penderitaan pedagang dimana sampai sekarang ditempat tersebut penghasilan yang mereka peroleh sangat minim. Sehingga keresahan pedagang dari hari ke hari terus menyelimuti pedagang yang dipindah dari Taman Adipura.
“Di tempat baru ini pembeli yang datang sangat sepi, jadinya para pedagang merasa tidak kerasan. Makanya kami ingin kembali ke tempat semula, karena kami disana bisa memperoleh penghasilan yang cukup menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” jelasnya.
Di tempat sebelumnya, para pedagang biasanya dalam satu malam pendapatan yang ia peroleh mencapai Rp. 500.000, tetapi kini mereka hanya mendapatkan penghasilan Rp. 125.000. Makanya penghasilan tersebut timpang jauh dibanding dengan tempat sebelumnya, sehingga pedagang merasa tidak nyaman dengan kodisi tempat yang baru.
“Sebelumnya kami sudah menolak dipindahkan, tetapi pemerintah tetap saja memindahkan, padahal ini akan berdampak buruk terhadap pendapatan para pedagang. Jadi jika sudah seperti ini pedagang yang menjadi korban, kami ini butuh penghasilan untuk mencukupi kebuhan hidup keluarga,” pungkasnya.
[M. Fahrul]
Lihat juga...