SELASA, 2 AGUSTUS 2016
MANADO — Kelompok masyarakat dari pengelolaan akses area perikanan (PAAP) Poopoh bersama Taman Nasional Bunaken (TNB) membahas nasib pulau Bunaken pada diskusi publik Smart Government yang di gelar di kafe 178 STIEPAR Manado pada Selama (2/8/2016).

Dalam diskusi publik Smart Government itu Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah II Santiago Pereira mengatakan, kawasan TNB memiliki beberapa bagian dan dipimpin oleh beberapa orang sesuai dengan wilayah masing-masing.
Selain itu Santiago mengatakan masalah yang masih sulit di hadapi yaitu masih adanya sampah yang tersebar di wilayah kawasan TNB sehingga kelompok masyarakat yang menjadi binaan selalu bekerja untuk melestarikan kawasan, terutama untuk tetap menjaga agar pelestarian terumbu karang masih terawat dengan baik, sehingga ikan bisa terus banyak dan berkembang untuk bisa dinikmati masyarakat dan nelayan sekitar.
“Kalau dari SPTN Wilayah II memang memiliki tugas dan fungsi di kawasan Tombariri Minahasa sampai ke Minahasa Selatan, sehingga dari kami terus mendampingi agar kelompok masyarakat ini bisa mandiri untuk kehidupan mereka yang lebih baik,”kata Santiago.
Sementara itu kelompok masyarakat dari PAAP Poopoh, Berce Poli pada diskusi publik Smart Government menuturkan, memang perhatian dari pemerintah daerah masih kurang untuk bisa membantu dan mengembangkan kelompok masyarakat yang sudah ada, sehingga saat ini semua sumber dana berasal dari masyarakat yang terkumpul untuk melanjutkan kegiatan agar bisa terus berjalan dengan baik.
“Saat ini setiap kegiatan di lapangan semua swadaya dari masyarakat termasuk ketika melakukan kegiatan bersih lingkungan dan pesisir pantai dari sampah terutama yang berada di wilayah kawasan TNB, karena kalau menunggu bantuan dari pemerintah maka kawasan wisata TNB akan sulit bersih dari sampah jika tidak ada kelompok masyarakat yang peduli kalau menunggu bantuan dari pemerintah,” tegasnya Selasa (2/8/2016).
Diakhir diskusi, Santiago dan Berce berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kawasan TNB dengan baik karena laut bukan rempah sampah.
[Ishak Kusrant]