Warga Rembang Desak Jokowi Batalkan Pabrik Semen.

SELASA, 27 JULI 2016

JAKARTA — Puluhan warga Kabupaten Pati, Rembang, Jawa Tengah yang tergabung dalam Aliansi Rembang Bersatu (ARB) mendatangi Istana Negara, Jakarta (26/7/2016).
 
Dalam aksinya, Mereka mendesak agar Presiden Jokowi membatalkan dan menolak PT Pabrik semen Indonesia yang akan beroperasi di Wilayah Pegunungan Kendeng.
Pantauan Cendana News, massa Juga mendirikan tenda sebagai aksi penolakan terhadap pendirian pabrik PT Semen Indonesia. 
“Kami mendirikan tenda ini untuk menunjukkan tekad bahwa kita selalu menentang pendirian pabrik semen, Kami tidak akan pernah pulang sebelum pabrik semen mundur dari bumi Rembang,” tegas koordinator aksi Winarto di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (26/7/2016).
Untuk itu, mereka mendesak Presiden Jokowi agar segera batalkan Amdal yang telah diloloskan pemerintah. “Kami menuntut pembatalan ijin tambang Pabrik semen itu,” ujar Winarto.
Winarto menyampaikan jika pabrik semen dibangun, maka akan merusak lingkungan, ekosistem, mengancam kehidupan masyarakat, serta membunuh sumber mata air.
“Pengeksploitasian sumber daya alam atas nama pembangunan mengakibatkan kehancuran ekologis kawasan, jadi pegunungan Kendeng, dikembalikan sebagai kawasan lindung,” terangnya.
Dalam demonstrasi tersebut, Aliansi Rembang Bersatu (ARB) menuntut: Pertama, agar izin lingkungan Nomor 660.1/4767 Tahun 2014 dicabut dan dibatalkan. Kedua, mereka menuntut agar kawasan Pegunungan Kendeng dikembalikan sebagai kawasan lindung.
Dan yang terakhir, mereka meminta agar reformasi agraria (land reform) dijalankan sebagaimana amanat UU Nomor 5 Tahun 1960. (Adista Pattisahusiwa)
Lihat juga...