SELASA, 26 JULI 2016
BANDUNG — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat (Jabar) Agung Suryamal, menilai pasokan listrik adalah komponen paling penting dalam menunjang sektor industri. Menurutnya, kenaikan tarif listrik akan berpengaruh terhadap melonjaknya harga produksi dan harga jual.

Hal tersebut, ia sampaikan pada Focus Group Discussion (FGD) Peran Keamanan Pasokan Listrik dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Hotel Crown, Kota Bandung, Selasa (26/7/2016).
“Listrik ini salah satu komponen yang cukup besar dalam produksi. Jangan sampai kita mengkoreksi terus harga jual,” ucap Agung.
Menurutnya, pasokan listrik di Jabar tidak mengalami kendala berarti dalam beberapa tahun ke belakang. Hal tersebut bisa mendongkrak kemajuan industri. Hanya saja, kedepan ia meminta tarif listrik tak mengalami kenaikan kembali.
“Beberapa tahun ini belum terlalu membebani pasokan listrik ini. Tapi ke depan mudah-mudahan masalah listrik bisa lebih mudah. Selain itu, kalau bisa harga (listrik) jangan terus naik,” ucapnya.
Sekalipun pemerintah membuat kebijakan menaikan tarif listrik, tak semestinya bisa terukur tak naik dalam setiap bulan. Dikatakan perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pemerintah wajib memutar otak untuk membuat formulasi agar kenaikan tarif listrik tidak membebankan masyarakat maupun industri.
“Ini kan harus kreativitas dari PLN atau pemerintah bagaimana agar listrik ini terjangkau oleh seluruh komponen masyarakat dan juga dalam industri juga itu bisa terjangkau,” tukas Agung.
Sementara itu, Peneliti Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Tumiran menilai Pemerintah Daerah pum harus ikut mendorong terlaksananya kelancaran pasokan listrik. Dengan begitu otomatis akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerahnya tersebut
Tak hanya itu, dengan infrastrukur listrik yang baik harmonisasi antara desa dan kota pun akan terjalin
“Kelancaran industri dalam mendapat pasokan listrik juga dapat membuat terserapnya tenaga kerja hingga meningkatnya sektor ekonomi,” ucap Tumiran.(Rianto Nudiansyah)