Tak Tersedia Transportasi Bagi Kendaraan, Warga Pulau Gili Raja Terpaksa Panggul Motor ke Tengah Laut

MINGGU, 17 JULI 2016

SUMENEP — Belum tersedianya alat transportasi pengangkut kendaraan menuju Pulau Gili Raja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat masyarakat yang ingin menyeberang terpaksa harus memanggul motor ke tengah laut. Pasalnya ketika air laut sedang surut perahu pengangkut penumpang tidak bisa sandar ke pelabuhan rakyat yang ada di pinggir pantai.

Suasana warga sedang memanggul sepeda motor ke atas perahu.
Memanggul motor yang dibantu bersama warga lain merupakan hal biasa bagi masyarakat setempat ketika ingin naik perahu dengan membawa motor. Karena bagi mereka sudah tidak ada jalan lain agar bisa membawa sepeda motor ke wilayah pulau terkecuali hanya naik perahu kayu yang biasa mengangkut penumpang, sebab sampai sekarang masih belum tersedia kapal yang bisa mengangkut kendaraan.
“Sejak dulu masyarakat sudah terbiasa memikul motor ketika hendak menyeberang ke pulau, karena sampai sekarang masih belum tersedia kapal yang bisa mengangkut kendaraan, sehingga dengan terpaksa naik perahu. Namun ketika air sedang surut mereka harus memikul motor yang dibantu oleh warga yang berada di pelabuhan,” kata Syaiful Anang (35), salah seorang warga Pulau Gili Raja, Kecamatan Giligenting, Minggu (17/7/2016).
Disebutkan, bahwa sampai sekarang rupanya masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat, sehingga masyarakat yang ingin menyeberang dengan membawa motor harus tetap naik perahu penumpang. Padahal bagi masyarakat setempat kapal pengangkut kendaraan sangat dibutuhkan, mengingat banyak warga sering menyeberang sambil membawa kendaraan roda dua. 
“Seharusnya ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah bagaimana agar kebutuhan masyarakat terhadap kapal pengangkut kendaraan bisa terpenuhi. Karena kasihan mereka ketika ingin menyeberang harus memanggul motornya ke tengah laut agar bisa dinaikkan keatas perahu,” jelasnya.
Mereka berharap pemerintah jangan berpangku tangan melihat penderitaan yang dialami oleh masyarakat dengan tidak tersedianya kapal pengangkut kendaraan, sehingga kedepan harus mencari solusi agar penderitaan masyarakat tidak terus berkelanjutan. Supaya keselamatan mereka juga merasa terjamin ketika menempuh perjalanan laut. (M. Fahrul)
Lihat juga...