MINGGU, 17 JULI 2016
LOMBOK TENGAH — Memasuki musim tanam tembakau tahun ini, harga pupuk pertanian di sejumlah penjual eceran mencapai 200 ribu perkwintal, harga tersebut oleh petani dinilai sebagai harga cukup mahal dalam beberapa kali musim tanam tembakau maupun buah semangka.

“Harga pupuk pada musim tanam tahun ini cukup mahal yaitu 200 perkwintal, tidak seperti musim tanam tahun lalu, dimana harganya lebih murah dibandingkan sekarang” kata Mindri, petani tembakau Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (17/7/2016).
Menurut Mindiri, kalau sebelumnya, harga pupuk perkwintal hanya 125 ribu perkwintal, bahkan pernah mencapai 90 ribu perkwintal, sekarang harga pupuk hampir setiap tahun selalu mengalami kenaikan, jarang turun.
Najam, petani tembakau lain mengungkapkan, mahalnya harga pupuk secara langsung jelas akan berdampak semakin bertambahnya biaya dikeluarkan petani, terutama petani tembakau, selain obat-obatan.
“Untuk biaya pembelian bibit tembakau saja, sudah berapa kita keluarkan, karena harus menanam dua sampai tiga kali karena hujan terus, ditambah biaya pupun dan obat – obatan, jelas akan menambah biaya pengeluaran” tutupnya.(Turmuzi)