LAMPUNG — Seorang warga dikabarkan hilang saat berwisata di lokasi wisata pantai Batu Alif Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan. Hilangnya warga yang sedang berwisata di salah satu lokasi wisata pantai tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Kelawi, Syarifudin, yang mendapat kabar hilangnya warga Dusun Kayu Tabu bernama Hamdani (18). Sontak hilangnya salah satu warga anak dari Mahmud yang merupakan warga desanya tersebut langsung diinformasikan kepada sejumlah nelayan yang ada di pantai Minangruah, Pantai Batu Alif yang merupakan salah satu pantai yang ramai dikunjungi oleh wisatawan saat hari libur.
Syarifudin menerangkan kabar hilangnya remaja tersebut terjadi sejak pukul 08:00 WIB dan hingga siang ini keberadaan korban belum ditemukan. Dugaan sementara korban sedang berada di lokasi tersebut untuk berwisata dan penyebab korban hilang hingga saat ini belum diketahui pasti.
“Apakah korban tenggelam terjatuh atau terseret ombak belum tahu persis namun kami sudah berkoordinasi dengan polisi perairan dan juga tim SAR untuk membantu melakukan proses pencarian” terang Syarifudin saat dikonfirmasi media Cendana News, Minggu (17/7/2016).
Berbekal perahu tradisional yang ada, sebagian nelayan melakulan proses pencarian dengan menyisir sekitar lokasi dikabarkannya korban hilang yang merupakan lokasi favorit para pemancing. Berdasarkan informasi sementara korban sehari hari berada di kota Cilegon Banten dan sengaja pulang ke rumahnya di Dusun Kayu Tabu untuk berlibur. Puluhan nelayan secara bergantian menyisir lokasi yang dipenuhi batu terjal dan menjadi lokasi favorit untuk memancing dan digunakan sebagai lokasi untuk berfoto. Pencarian terpaksa dihentikan siang ini tanpa hasil sembari menunggu bantuan dari personil Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) wilayah Lampung dan personil polisi perairan Polres Lampung Selatan.
Kepala Seksi operasi SAR Lampung, Yulius Cahyono saat dikonfirmasi mengaku telah menerjunkan personil lengkap dengan peralatan penyelamatan berupa perahu karet serta alat selam dan masih dalam perjalanan dari kantor Basarnas Lampung menuju lokasi hilangnya warga di pantai Batu Alif.
“Sedang menuju ke lokasi pantai Batu Alif untuk perkembangan selanjutnya nanti akan diinformasikan” ungkapnya singkat.
Ia mengaku lokasi yang sulit ditempuh dengan jalur darat membuat anggota Basarnas berangkat menggunakan perahu jenis kapal motor cepat (Sea Rider) untuk langsung mendarat di pantai Minang Ruah dan bergabung dengan tim pencarian dari warga serta Satuan polisi perairan Polres Lampung Selatan.
Rencananya tim Basarnas akan melakukan proses pencarian dengan menyisir sekitar bibir pantai dan mendirikan posko tanggap darurat berkoordinasi dengan Tagana dan Polair di pantai Minang Ruah.
Pasca insiden hilangnya warga di pinggir pantai Batu Alif dan korban belum ditemukan pihak pengelola tempat wisata mimangruah menghimbau wisatawan untuk tidak melakukan aktifitas renang di sekitar pantai. Pantai yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan saat akhir pekan tersebut bahkan tetap ramai meski sebagian wisatawan hanya bermain di pasir dan di bawah pohon kelapa setelah ada pengumuman larangan berenang di pantai.(Henk Widi)