MINGGU, 17 JULI 2016
LOMBOK TENGAH — Meski sudah memasuki musim kemarau, tapi kondisi cuaca tidak menentu, curah hujan masih tetap saja turun setiap minggunya, akibat cuaca tidak menentu tersebut banyak tanaman tembakau petani yang mengalami kerusakan dan harus menanam ulang.

“Meski sudah musim kemarau, cuaca pada musim tanam tembakau tahun ini tidak menentu, intensitas hujan turun masih sering terjadi setiap minggunya yang jelas mempengaruhi pertumbuhan tanaman tembakau petani” kata Darmawan, petani tembakau yang juga anggota Gabungan Kelompok Tani Desa Banyu Urip kepada Cendana News, Minggu (17/7/2016).
Selain itu, akibat cuaca tidak menentu tersebut, banyak di antara petani harus menanam ulang bibit tembakau dua sampai tiga kali, karena pada penanaman pertama atau kedua mati karena kedinginan.
Jamuhur, petani tembakau dan juga pengurus Gapoktan Pade Girang (Semua Suka bertani) menambahkan semua kita tau, tembakau selama ini termasuk jenis tanaman yang tidak bisa ditanam pada suhu tanah terlalu lembab dan basah, pasti akan mati, tembakau justru akan lebih kuat bertahan hidup di suhu panas dan kering.
“Dengan adanya keterlambatan penanaman sekarang, bisa dipastikan akan berpengaruh juga terhadap masa panen yang juga bisa dipastikan akan mengalami keterlambatan pula” pungkasnya.(Turmuzi)
Ditambahkan, dulu usai lebaran seperti sekarang, petani tembakau biasanya sudah pada panen dan mulai melakukan pengomprongan, bagi petani yang memiliki alat omprongan, bahkan ada petani yang sudah panen tembakau sampai setengah.(Turmuzi)