Kilometer Nol Jalan Nasional Trans Flores Harusnya Berada di Basira

MINGGU, 17 JULI 2016

LARANTUKA — Jalan nasional trans Flores harusnya sampai ke desa Patisirawalang atau Basira bukan di kelurahan Postoh kota Larantuka, ibukota kabupaten Flores Timur (Flotim). Jika di ujung barat pulau Flores jalan negara sampai di Labuan Bajo maka untuk wilayah timur harusnya berakhir di Basira.

Kilometer nol jalan nasional trans Flores di kelurahan Postoh.
Demikian keluhan yang disampaikan Kanisius Ratu Soge warga Flores Timur asal Basira saat kepada Cendana News, Sabtu (16/7/2016). Dikatakan Kanis, harusnya pemerintah daerah kabupaten Flores Timur segera mengusulkan ke pemerintah pusat agar diakomodir.
“Ini kan aneh, jalan negara cuma sampai di Postoh saja sehingga beberapa kelurahan di dalam kota Larantuka dan desa lainnya di wilayah timur tidak dijangkau,” ujarnya.
Kanis Soge, koordinator Gertak Flotim.
Menurutnya, sebaiknya Pemda Flotim segera mengusulkan peningkatan status jalan ini agar diperjuangkan dari jalan kabupaten atau provinsi menjadi jalan nasional karena jika dibiayai dari APBD I dan APBD II dananya tidak mencukupi.
“Kita tahu APBD kita sangat kecil apalagi harus dibagi ke beberapa instansi. Jalan di NTT hampir semuanya belum bagus sehingga sebaiknya pembangunan jalannya memakai dana APBN,” terangnya.
Kondisi jalan menuju desa Patisirawalang di ujung timur pulau Flores.
Dikatakan koordinator Gertak Flotim ini, selama ini Pemda Flotim hanya mengharapkan dana dari pusat sementara PAD daerah sangat minim. Untuk itu sarannya, sebaiknya segera diusulkan agar kilometer nol harus ada di Basira bukan di pertigaan Postoh.
Hal serupa juga disampaikan kepala desa Laton Liwo, Gaspar Balik Belaja. Dirinya berharap pemerintah pusat memperhatikan sarana jalan yang menuju 4 desa di wilayah timur pulau Flores.
“Kalau jalannya mulus tentu biaya transportasi juga murah dan masyarakat bisa menjual hasil kebunnya di kota Larantuka,” ungkapnya.
Disaksikan Cendana News, saat melintasi jalan dari kota Larantuka menuju desa Laton Liwo di kecamatan tanjung Bunga, kondisi jalan beraspal mulus. Di beberapa titik jalan di Waimana sedang dilakukan perbaikan. Selepas Waiklibang, ibukota kecamatan Tanjung Bunga kondisi jalan rusak berat.
Bukan itu saja, jalan ini terkesan jarang dilewati kendaraan karena selain masih merupakan jalan tanah, beberapa ruasnya hampir terputus akibat tergerus air saat hujan. Bebatuan yang dipadati pun sudah berserakan.(Ebed de Rosary)
Lihat juga...