SELASA, 26 JULI 2016
SUMENEP — Keberadaan gorong-gorong yang ambruk di Dusun Angsana, Desa Beragung, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat. Sehingga jurang yang berada ditengah jalan tersebut sangat mengancam keselamatan pengendara yang melintas, karena dari penglihatan sangat tidak jelas meski sudah diberi tanda oleh warga.
![]() |
| Pengendara sedang melintas di jalan yang gorong-gorongnya ambruk. |
Rusaknya gorong-gorong itu sudah berlangsung sekitar tiga bulan lebih, kondisi aspal yang amblas melebihi separuh badan jalan membuat para pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati, karena apabila sampai tidak memperhatikan jurang tersebut akan terjadi kecelakaan. Namun sayang meski kondisinya sangat memprihatinkan rupanya belum ada perhatian dari pihak terkait, sehingga warga berinisiatif memberikan tanda dari daun kelapa yang sudah kering agar diketahui oleh para pengendara.
“Ya kalau lewat jalan ini memang harus lebih berhati-hati, karena jurang dari rusaknya gorong-gorong itu tidak terlihat begitu jelas, padahal sudah diberi tanda seadanya oleh warga disini. Tetapi meski kondisinya sangat memprihatinkan sepertinya tidak ada yang peduli, sebab itu kan sudah lama sampai sekarang tidak kunjung diperbaiki,” kata Rudiyono (32) salah seorang pengendara yang melintas, Selasa (26/72016).

Disebutkan, bahwa selama ini kerusakan gorong-gorong itu seringkali dikeluhkan oleh para pengendara yang melintas, karena jalan yang bisa digunakan hanya separuh, sehingga apabila ada mobil dari dua arah masih harus bergiliran. Akibatnya tak jarang dijalan itu sering terjadi kemacetan, sehingga membuat aktifitas masyarakat terhambat dalam perjalanan dan untuk mencapai tempat tujuan akhirnya terlambat.
“Ya kalau roda dua tidak harus bergiliran melintasi jalan itu, tetapi jika roda empat secara bersamaan ada dari dua arah mereka salah satunya harus mengalah. Jadi digilir setiap arah, jadinya akan terlambat, sebab kalau sedang ramai pasti tiumbul kemacetan,” jelasnya.
Para pengendara yang menggunakan mobil ceper mengaku kesulitan melalui jalan tersebut, karena ketika melintas harus dipandu oleh temannya agar ban mobil tidak terjerembab ke dalam jembatan, sebab badan jalan sudah sangat sempit dan miring akibat sering dilalui kendaraan menghindari ambruknya gorong-gorong. Selain itu pada dimalam hari dilokasi itu juga minim penerangan jalan, maka pengendara harus lebih berhati-hati. (M. Fahrul)