Bos Yamaha Bantah Menjalin Kartel dengan Honda

SELASA, 26 JULI 2016

JAKARTA — Setelah sempat molor selama 30 menit dari jadwal yang telah ditentukan, akhirnya persidangan lanjutan terkait temuan adanya dugaan kartel monopoli harga sepeda motor digelar di Gedung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Pecenongan, Jakarta Pusat.

Dalam persidangan kali ini KPPU akan mendengarkan penjelasan dari pihak perwakilan manajemen Honda dan manajemn Yamaha, terkait dengan adanya dugaan “monopoli” harga kartel sepeda motor terutama jenis sepeda motor matic mulai mesin 110 cc dan 125 cc yang diduga melibatkan pihak 2 pabrikan sepeda motor papan atas di Indonesia, yaitu Yamaha dan Honda.
Pada persidangan pertama yang digelar beberapa waktu yang lalu di Gedung KPPU Jakarta, pihak perwakilan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) terlihat hadir dalam persidangan, sedangkan pihak perwakilan dari Astra Honda Motor (AHM) tidak tampak hadir dalam persidangan karena alasan belum siap.
KPPU memberikan kesempatan pertama kepada pihak perwakilan dari YIMM untuk menjelaskan seputar  penjualan sepeda motor Yamaha khususnya jenis skuter matic di Indonesia selama ini. Selain itu pihak pabrikan Yamaha juga menjelaskan seputar persaingannya yang sengit dan ketat dengan pabrikan Honda dalam penjualan sepeda motor selama puluhan tahun di Indonesia.
Dyoninsius Beti, Executive Vice President PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam presentasinya menerangkan “pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sekali lagi menegaskan bahwa tidak benar adanya tuduhan Yamaha terlibat dalam kartel persekongkolan monopoli harga khususnya untuk sepeda motor jenis matic 110 cc dan 125 cc dengan pihak Astra Honda Motor seperti apa  yang dituduhkan oleh petugas investigator KPPU” katanya di Gedung KPPU Jakarta, Selasa sore (26/7/2016).
“Kalau misalnya pihak Yamaha dan Honda sengaja bersekongkol melakukan monopoli harga, lantas mengapa selama ini terjadi persaingan sengit antara pihak Yamaha dengan Honda dalam segala hal demi mempertahankan posisinya masing-masing sebagai pemimpin pasar/market leader, kami gak main-main lho, kami habis-habisan untuk memenangkan persaingan dalam penjualan sepeda motor di Indonesia” demikian dikatakan Dyoninsius Beti dalam persidangan di Gedung KPPU, Pecenongan Jakarta Pusat.(Eko Sulestyono)
Lihat juga...