Puluhan Tahun Sulit Air Bersih Warga Way Heni Peroleh Bantuan Sumur Bor

KAMIS, 28 JULI 2016

LAMPUNG — Ratusan warga di Pekon Way Heni Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat Lampung sejak berpuluh-puluh tahun lalu mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehingga memanfaatkan sumber air bersih dari sungai-sungai yang mengalir di desa mereka. 
Kontur tanah yang berbatu mengakibatkan warga kesulitan membuat sumur dengan teknik menggali, beberapa warga yang berhasil membuat sumur gali atau sumur dalam bahkan baru bisa mendapatkan air bersih sedalam 15-20 meter dengan biaya pembuatan mencapai Rp2-3juta belum termasuk pembuatan instalasi penampungan air. Akibatnya warga memilih memanfaatkan air sungai sebagai sumber kebutuhan air bersih, mencuci dan kebutuhan sehari hari.
Kesulitan akan air bersih selama berpuluh puluh tahun tersebut baru mendapat respon positif dari kementerian terkait diantaranya Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bersamaan dengan pemberian bantuan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pekon Way Haru Kecamatan Bengkunat Belimbing. Proyek pemanfaatan air bersih bersumber air baku sungai bawah tanah pada desa rawan air tersebut diantaranya menyasar pekon Way Heni di sejumlah Rukun Tetangga (RT) dengan satu unit sumur bor lengkap dengan instalasi penampung air.
“Proses pengerjaan sedang dilakukan untuk pembuatan sarana penampungan karena sumur bor yang dibuat sudah berhasil memperoleh air pada kedalaman 100 meter di bawah tanah yang bisa dimanfaatkan warga” ungkap Ahmad, salah satu pengawas pengerjaan proyek sumur bor kepada Cendana News, Kamis (28/7/2016)
Bantuan yang dialokasikan bagi masyarakat di pedalaman Kabupaten Pesisir Barat tersebut menurut Andi, diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masing masing RT yang memiliki jumlah warga rata rata 50 kepala keluarga. Pembuatan penampungan dengan dua unit penampung air plastik masing-masing 1500 liter juga masih akan ditambah dengan bak penampungan dengan sistem dak untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih.
Ia mengaku debit air sumur bor yang telah berhasil dibor mencapai 5 liter perdetik dengan kedalaman 100 meter menggunakan mesin penyedot air berkapasitas setengah PK dan mampu menyediakan kebutuhan air bersih bagi sebanyak 100 kepala keluarga per hari. Bantuan sumur bor di wilayah tersebut menurut Andi diberikan kepada sebanyak 7 RT yang akan dimanfaatkan oleh ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut.
“Kebutuhan pipa untuk sumur bor yang dibuat memang cukup banyak dengan satu batang pipa rata-rata 4 meter untuk kedalaman 100 meter namun demi kebutuhan masyarakat akan air bersih tetap harus dipenuhi” terang Andi.
Salah satu warga masyarakat di RT 02, Asmuni, yang sekaligus menjadi pekerja dalam proyek tersebut mengungkapkan berdasarkan rencana pembuatan bak penampungan serta dak untuk menempatkan penampungan plastik lengkap dengan instalasi pipa akan selesai dalam dua pekan ke depan. Saat ini ia dan dua pekerja lain masih dalam tahap penyelesaian untuk pembuatan rumah bagi mesin penyedot yang akan digunakan untuk mengalirkan air dari sumur bor tersebut.
“Air yang keluar dari sumur bor sangat bersih dan lancar dan kami sedang membuat instalasi untuk penampungan sehingga warga nanti lebih mudah memperoleh air bersih di lokasi ini” terang Asmuni.
Setelah semua instalasi selesai, seluruh warga yang tercatat sebagai warga masing masing RT akan mendapat kesempatan memperoleh air bersih menggunakan jerigen atau alat penampungan lain. Meski diberikan secara gratis namun Asmuni mengungkapkan berdasarkan kesepakatan warga akan dikenai iuran wajib yang besarannya akan ditentukan kemudian.
“Selama satu bulan setelah instalasi air bersih dari sumur bor ini selesai masyarakat digratiskan namun setelah itu ada iuran wajib untuk pemeliharaan alat dan biaya listrik namun berdasarkan rapat dan kesepakatan tidak ada warga yang keberatan karena sudah terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah,” ungkap Asmuni.
Berdasarkan pantauan media Cendana News pekon Way Heni dihuni oleh masyarakat yang sehari hari berprofesi sebagai pekebun kopi dan lada. Kebutuhan akan air bersih sehari hari warga selama ini masih mengandalkan air dari sungai dengan cara mengambil menggunakan jerigen dan ditampung dalam bak di rumah masing masing. Kesulitan air bersih semakin parah saat musim kemarau tiba karena sebagian sumur dalam warga pun ikut mengalami kekeringan.(Henk Widi)
Lihat juga...