Pembangunan Jaringan Air Bersih Lewat Laut Menuju Pulau Parumaan Segera Dikerjakan

KAMIS, 28 JULI 2016

MAUMERE — Pembangunan jaringan air bersih dari pulau Kojagete atau Pulau Besar menuju Pulau Parumaan, Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur kabupaten Sikka.

Frans Laka,Kabid Pengembangan Pemukiman dan Tata Ruang  dinas PU Tamben kabupaten Sikka.
Pembangunan jaringan air bersih ke desa Parumaan dilakukan mengingat di pulau tersebut tidak terdapat mata air sehingga warga desa hanya mangandalkan air dari sumur air asin atau membelinya di daratan wilayah kabupaten Sikka seperti di kecamatan Talibura.
Demikian disampaikan Fransiskus Laka, Kepala Bidang Pengembangan Pemukiman dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi kabupaten Sikka saat ditemui Cendana News, Kamis (28/7/2016).
Dikatakan Frans, dana pembangunan jaringan air bersih ini menggunakan Dana Alokasi Khusus sebesar 1,3 miliar rupiah untuk pengerjaan di tahun 2016.
“Sementara sedang dilakukan proses tender dan diharapkan segera selesai sehingga secepatnya dikerjakan,” ujarnya.
Dijelaskannya, pengerjaan akan berlangsung hingga akhir Desember 2016. Jaringan air bersih sepanjang sekitar 2 kilometer ini akan mempergunakan pipa PE sehingga tahan karat.
Selain itu, penyambungan pipa dilakukan memakai sistem press dan dilakukan di atas kapal sebelum pipa ditanam di dasar laut. Setelah dipasang pemberat dan tiang cor, pipa akan diturunkan di laut menggunakan katrol.
“Penyelam akan memasang pengikat semacam baut di batu karang agar pipa tidak terseret arus dan gelombang laut,” urainya.
Pulau Parumaan di kabupaten Sikka.
Pipa tersebut lanjut Frans melewati laut dengan kedalaman sekitar 3 sampai 4 meter dan saat surut ketinggian laut sekitar 1 sampai 2 meter. Air lautnya yang jernih membuat pipa terlihat jelas sehingga memudahkan untuk mengontrolnya dan kapal nelayan juga lebih berhati-hati melewati jalur pipa air ini.
“Ada satu titik dimana jaringan pipa akan melewati palung laut dengan kedalaman sekitar 10 sampai 15 meter,” terangnya.
Pembangunan jaringan air bersih melewati laut ini ungkap Frans baru pertama dikerjakan di kabupaten Sikka. Bila proyek awal ini berhasil, lanjutnya, ke depannya akan diusulkan pembangunan jaringan air bersih menuju pulau lain di sekitarnya seperti pulau Pemana yang tidak memiliki mata air.
Memang sebelumnya juga sebut Frans telah dibangun jaringan air bersih dari pulau Kojagete atau Pulau Besar menuju pulau Kojadoi namun jaraknya hanya sekitar 700 meter dan itupun melewati jembatan batu. Pulau Besar memiliki sekitar 6 mata air dengan debit yang besar dan beberapa mata air belum dimanfaatkan.
“Pekerjaan ini sangat menantang dan mudah-mudahan pemenang tender bisa mengerjakannya dengan baik agar warga pulau Parumaan bisa menikmati air bersih,” pungkasnya.(Ebed de Rosary)
Lihat juga...